Budaya Madura

Seribu Langgar Rumah, Potret Religius Masyarakat Madura Pedesaan

Langgar Rumah – Di balik sikapnya yang dikenal keras, orang Madura juga dikenal sebagai masyarakat yang religius. Hal ini terlihat dari kebiasaan orang-orangnya yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama.

Bahkan, sampai saat ini, jika kamu berkunjung ke desa-desa di Madura, kamu dengan mudah akan menemukan pekarangan rumah yang dilengkapi dengan langgar atau musala.

Bagi masyarakat Madura pedesaan, keberadaan langgar ini begitu penting. Saking pentingnya, memiliki langgar rumah seperti jadi sebuah kewajiban.

Langgar Rumah, Kearifan Lokal Madura

Langgar di Madura cukup spesial. Tak hanya sebagai potret religius masyarakatnya, tapi juga menjadi budaya dan bagian dari kearifan lokal Madura.

Lantas seperti apa fungsi, bentuk, dan tata letak Langgar Madura? Simak ulasan lengkapnya berikut!

#1 Letak Langgar Orang Madura

Secara umum, letak langgar di Madura erat kaitannya dengan sistem permukiman tradisional Madura yang disebut Taneyan Lanjhâng (halaman panjang).

Di Taneyan Lanjhâng inilah orang-orang Madura yang terikat tali persaudaraan (biasanya kandung) tinggal secara berkelompok. Dalam satu Taneyan Lanjhâng biasanya terdapat 2 sampai 4 rumah. Tergantung luas lahan yang dimiliki.

Nah, paling umum, langgar posisinya ada di ujung paling barat Taneyan Lanjhâng. Sesuai dengan arah kiblat. Lebih jelasnya bisa kamu lihat di gambar berikut.

 Taneyan Lanjhâng
Susunan Taneyan Lanjhâng secara Umum

Baca Juga: Buku Filosofi Teras

#2 Bentuk Langgar Madura

Pada masa lalu, langgar Madura berbentuk panggung. Penyangganya terbuat dari kayu atau bambu. Begitu juga dengan dinding dan alasnya. Untuk dinding ada juga yang memakai seng. Sementara atapnya terbuat dari ijuk atau genteng.

Bentuk langgar Madura cenderung persegi dan terbuka di bagian depan. Dinding hanya terdapat di bagian belakang, samping kanan, dan samping kiri. Kebanyakan langgar biasanya dilengkapi dengan teras kecil.

Langgar rumah
Langgar panggung – Sumber foto: dokumentasi pribadi

#3 Fungsi Langgar Bagi Masyarakat Madura

Bagi masyarakat Madura, langgar bukan hanya tempat ibadah dan transfer nilai-nilai agama dan tradisi pada anak cucu. Lebih dari itu, berikut beberapa fungsi langgar lainnya:

  • Sebagai tempat menerima tamu.
  • Tempat istirahat bagi kaum laki-laki. Sebab dulu, rumah biasanya dikhususkan sebagai tempat tidur kaum perempuan.
  • Pada masa lalu, teras langgar juga digunakan sebagai tempat bekerja. Misal tempat membuat layangan, memipil jagung, menguliti kacang, dan sebagainya.
  • Tempat pelaksanaan acara keagamaan dan hajatan seperti Maulid Nabi dan akad nikah.
Tradisi madura
Suasana penerimaan tamu di langgar modern ketika lebaran – Sumber foto: dokumentasi pribadi

Langgar Madura Masa Kini

Untuk saat ini, sudah banyak langgar yang tak berbentuk panggung. Dindingnya berupa batu bata dan alasnya sudah berkeramik. Meski begitu, beberapa langgar panggung masih bisa ditemui.

Dari segi fungsi sebenarnya tidak ada perubahan. Hanya saja, sudah banyak orang Madura yang mengubah bangunan rumah mereka menjadi lebih modern dengan banyak kamar. Sehingga, beberapa kaum pria kini sudah ada yang istirahat atau tidur di dalam rumah, bukan di langgar.

Kearifan lokal madura
Langgar Modern – Sumber foto: dokumentasi pribadi

Baca Juga: Koperasi Pondok Pesantren di Bangkalan

Madura, Pulau Seribu Langgar

Mengingat Lombok disebut sebagai Pulau Seribu Masjid lantaran memiliki banyak Masjid. Rasanya tak berlebihan jika Madura mendapat tambahan satu julukan lagi selain Pulau Garam dan Pulau Sapi. Yakni, Pulau Seribu Langgar.

Bayangkan, berdasarkan data dari jatim.bps.go.id, pada tahun 2018 saja jumlah kepala keluarga di 4 kabupaten di Madura sebanyak 1.023.440. Jika diambil 10 persennya saja yang memiliki langgar. Maka ada sekitar 100 ribu lebih langgar di Madura.

Manfaat Internet dalam Pelestarian Budaya

Sebagai orang yang lahir di Madura, saya paham betul. Pulau kecil ini punya banyak kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal. Agar tetap terjaga, setiap warganya perlu ikut ambil bagian dalam melestarikannya.

Saya pribadi memilih untuk membuat tulisan terkait hal-hal tersebut. Sebab, itulah hal yang paling bisa saya lakukan. Kebetulan saya juga punya blog sebagai media publikasi.

Menulis di blog butuh yang namanya internet dengan kecepatan yang stabil. Entah untuk mencari bahan tulisan, update tulisan, download dan editing gambar, juga promosi tulisan.

Selain melalui tulisan di blog, mengenalkan budaya lokal dengan memanfaatkan internet bisa juga dilakukan dengan membuat vlog. Seperti yang kita ketahui bersama, animo masyarakat pada konten-konten video cukup tinggi. Karena itu saya harus memanfaatkannya dengan baik.

Ke depan semoga sayabisa merambah dunia per-vlog-an ini untuk mengenalkan budaya dan kearifan lokal dari Madura secara lebih luas.

IndiHome Bagian dari Telkom Indonesia

Bicara soal internet dengan kecepatan stabil, IndiHome jawabannya. IndiHome sendiri merupakan bagian dari Telkom Indonesia yang menyediakan produk internet rumahan. Layanannya sudah bisa dinikmati sampai ke pelosok desa. Keren bukan?

Selain layanan internet, IndiHome juga menyediakan layanan telepon rumah dan IndiHome TV. Karena itu paket layanan di IndiHome ada 2 macam, yakni 2P dan 3P. 2P artinya paket layanan internet dan IndiHome TV atau internet dengan telepon rumah. Sementara 3P merupakan paket layanan berupa internet, IndiHome TV, dan telepon rumah.

Selengkapnya, kamu bisa membacanya tulisan saya sebelumnya. Silahkan klik tautannya berikut, IndiHome Mbois.

IndiHome, Internetnya Indonesia yang Anti Lelet

Pekerjaan membuat konten, entah konten tulisan, gambar, dan video itu membutuhkan dukungan jaringan internet yang cepat dan stabil. Kalau tidak, maka akan memakan banyak waktu karena sering terjadi loading dan buffering.

Namun, jika menggunakan IndiHome, kita tentu tak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Sebab IndiHome telah menggunakan teknologi kabel fiber optik dalam menyalurkan jaringan internetnya ke seluruh Indonesia.

Kabel fiber optik merupakan kabel yang terdiri dari ribuan helai kaca yang ketebalahannya lebih tipis dari rambut manusia, hanya 120 mikrometer. Kabel ini mentransmisikan data dalam bentuk gelombang cahaya.

Karena memanfaatkan gelombang cahaya, maka jaringan internet kabel fiber optik punya kecepatan tinggi, bisa mencapai 1GB/detik. Selain itu juga tahan terhadap suhu dan cuaca sehingga lebih andal dan stabil.

IndiHome internetnya Indonesia

Kelebihan IndiHome sebagai Internet Rumahan

Kenapa harus memilih IndiHome? Khususnya untuk kamu-kamu yang suka internet dengan kecepatan yang stabil.

Selain karena IndiHome sudah menggunakan teknologi kabel fiber optik. IndiHome juga punya banyak kelebihan. Berikut saya rangkumkan 5 di antaranya.

  1. Layanan IndiHome tersedia selama 24 Jam. Jadi, jika ada gangguan pada waktu-waktu tak terduga. Kamu bisa langsung menghubungi customer service IndiHome.
  2. Serunya, internet dari IndiHome ini unlimited dan pastinya stabil. Sebab IndiHome sudah pakai teknologi fiber optik.
  3. Area layanan IndiHome itu juga luas banget. Berada di 496 kabupaten/kota. Sementara total kabupaten dan kota di Indonesia itu ada 514. Artinya, IndiHome sudah tersedia di hampir seluruh wilayah Indonesia.
  4. IndiHome menawarkan beragam paket layanan sehingga pelanggan bisa memilih paket layanan sesuai bugdet yang dimiliki.
  5. Memiliki aplikasi myIndiHome sebagai fasilitas self service. Sehingga pelanggan bisa melakukan pendaftaran, cek tagihan, dan pembayaran dari aplikasi tersebut. Segala urusan pun jadi lebih mudah.

Bangga Madura, Bangga Indonesia

Tentu saya bangga menjadi orang Madura. Lebih bangga lagi karena Madura merupakan bagian dari Indonesia.

Di pulau ini tersimpan banyak kekayaaan budaya dan kearifan lokal. Salah satunya tentang adanya langgar di setiap pekarangan rumah yang kemudian menjadi potret religius masyarakatnya.

Di lain waktu, saya akan memotret potensi-potensi lain dari pulau tempat saya lahir ini. Karena itu, jangan lupa untuk berkunjung kembali ke blog ini, ya!

Spread the love

5 comments

  1. Akhir tahun lalu aku sama temen² ke Sumenep & Gili Iyang. Menarik banget memang Madura. Tiga hari rasanya kurang u/ explore. Lagian jaringan Telkomsel ya aman² aja di sana. Bisa tetep ngeblog

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.