Indonesia's Got Talent

Kenapa Saya Suka Menonton Indonesia’s Got Talent?

Saya tentu menyambut dengan antusias ketika Indonesia’s Got Talent (IGT) mulai ditayangkan di Indonesia. Karena sebelum-sebelumnya saya juga suka menonton versi Got Talent dari Amerika dan Inggris.

Pada dasarnya, saya menyukai semua bentuk ajang pencarian bakat. Cuma IGT 2022 atau IGT musim ketiga ini rasanya lebih spesial di hati saya. Sampai-sampai saya mau menuliskannya di blog ini.

Kira-kira apa alasan saya? Mari saya ceritakan.

Indonesia’s Got Talent 2022

IGT adalah ajang pencarian bakat dalam berbagai bidang. Ada menyanyi, menari, sulap, akrobat, bermain musik, dan berbagai jenis bakat lainnya.

Pokoknya siapa yang merasa punya bakat, apapun itu, boleh ikut ajang ini. Selama bisa menarik perhatian juri tentu akan lolos ketika audisi.

IGT sendiri juga pernah ditayangkan pada tahun 2010 dan 2014. Jika sebelumnya tayang di SCTV, sekarang tayang di RCTI.

Di tahun ini, IGT mulai tayang pada tanggal 8 Agustus. Setiap Senin dan Selasa, pukul 21.30 WIB. Tapi saya sendiri menonton via Youtube karena TV di rumah sedang rusak.

Baca Juga: Langgar Madura

Kenapa Saya Suka IGT 2022?

Sudah 3 harian ini, setiap kali jenuh selepas menulis. Saya pasti langsung mencari video terbaru di akun youtube Indonesia’s Got Talent.

Saya merasa, bakat-bakat dari beberapa peserta yang sudah ditayangkan dapat menghilangkan rasa jenuh. Belum lagi tingkah para jurinya yang kadang bikin saya tak bisa menahan tawa.

Berikut cerita lengkap tentang alasan kenapa saya suka menonton IGT 2022.

#1 Ada Banyak Bakat yang Luar Biasa

Tak cuma IGT, sih. Menonton acara Got Talent dari negara lain sering membuat saya berdecak kagum. Saya sampe mikir, kok bisa ada bakat seperti itu? Kok bisa ada orang seberani itu?

Makanya, saya juga penasaran. Kalau di Indonesia bakalan ada bakat yang mampu nyantol di hati saya nggak, nih? Eh ternyat banyak. Padahal baru beberapa video saja yang ada di Yotube Indoensia’s Got Talent.

Ada Pasheman 90 atau Paskibraka Jalan Suherman 90. Ini adalah Paskibraka dari SMKN 02 Garut. Wih, penampilan mereka luar biasa. Ternyata Paskibraka juga bisa loh menampilkan atraksi baris-berbaris yang indah.

Dari bakat menari ada Vladd. Anggotanya 2 orang, kakak beradik. Saya nggak tahu nama tariannya apa, yang jelas tarian modern sih. Saya sukanya karena gerakan mereka itu pas banget sama tempo lagu. Terkesan lucu, tapi gerakannya keren gitu.

Nah, kalau dari bakat bermain musik. Sudah ada Ryu Lawden yang bisa main piano sambil menutup mata. Ya, ampun. Itu jarinya si Ryu sudah hapal banget sama semua tuts piano.

Ketakjuban saya belum berhenti sampai di sini. Ada Cassidy Lee yang bermain sulap sambil ber-storytelling. Bisa, ya? Jadinya penonton nggak cuma fokus sama sulapnya. Tapi juga terhibur dengan cerita yang dibawakan.

Dan Cassidy Lee jadi peserta pertama yang dapat golden buzzer. Mantap, dia bisa langsung menuju babak semi final, dong.

Ya, sudah lah ya. Kamu mesti nonton sendiri Indonesia’s Got Talent. Bakat-bakatnya luar biasa.

Ada Luze yang meski baru berumur 10 tahu, tapi begitu percaya diri menyanyi ala Broadway. Belum lagi Babul yang bisa menari sambil bawa-bawa LPG dan TV di kepala. Kamu juga bakalan terpingkal-pingkal dengan tingkah absurd peserta bernama Holly Balay.

Tentunya masih banyak bakat lainnya. Saya sendiri juga tidak sabar untuk menantikan bakat-bakat selanjutnya.

Baca Juga: Mini Market Pondok Pesantren

#2 Komposisi Juri yang Pas

Saya tidak tahu apa pertimbangan dari pihak RCTI dalam nemilih juri. Yang jelas, saya berpikir komposisi jurinya pas aja. Ada Rossa, Raline Shah, Ivan Gunawan, Deny Sumargo, Reza Arab, Arman Maulana, dan Ariel Noah. Sementara hostnya adalah Robi Purba.

Dari ke-7 juri terpilih, hanya Ivan Gunawan dan Deny Sumargo yang terlihat selalu ada di setiap sesi. Kalau yang lainnya bergantian.

Interaksi antar juri juga sangat menghibur. Terutama Ivan Gunawan dan Deny Sumargo. Ada saja tingkah lucu mereka yang bikin penonton tertawa.

Sementara kehadiran Raline Shah dan Reza Arab memberikan warna baru. Mungkin karena keduanya belum pernah terlihat menjadi juri dalam ajang pencarian bakat di TV. Deny Sumargo sepertinya juga belum, sih. Tapi kita sering melihatnya wara-wiri di Youtube.

#3 Peserta Ada yang dari Luar Negeri

Yang bikin saya kaget, ternyata ada peserta IGT dari India, loh. Juri-jurinya sendiri pada kaget. Kalau Raline Shah bilang, ternyata IGT juga jadi magnet bagi bakat-bakat di luar negeri.

Kalau misalnya peserta dari luar negeri bertambah. Kayaknya bakalan seru, deh. Atmosfer persaingan antar peserta pasti lebih greget. Semoga ada lah ya.

Baca juga: IndieHome Mbois

Perbedaan IGT 2022 dengan Got Talent Luar Negeri

Karena saya sering menonton America’s Got Talent (AGT) dan Britain’s Got Talent. Saya jadi bisa membandingkan keduanya dengan IGT.

Kalau dari segi bakat, saya yakin Indonesia tak kalah keren bakat-bakatnya. Hanya saja, kalau dari segi panggung dan penonton ada perbedaan. Sedikit saja, sih.

Untuk panggung sebenarnya tak kalah besar. Tapi tribun penonton terlihat lebih kecil. Lalu apakah penonton IGT jadinya lebih sedikit? Itu saya kurang paham.

Yang jelas, kalau dari segi kehebohan, penonton BGT dan AGT rasanya lebih heboh. Mereka kalau ada bakat-bakat keren kayak kompak gitu. Bertepuk tangan, bersorak, bahkan sampai berdiri.

Penonton IGT juga banyak yang bertepuk tangan dan bersorak. Tapi kalau berdiri hanya sebagian kecil saja. Sepertinya ini lebih kepada perbedaan budaya saja.

Tak apalah. Soal penonton ini, tak sampa bikin acara IGT jadi kekurangan esensi, kok. IGT tetap asyik untuk dinikmati.

Harapan saya, semoga nanti pemenang IGT 2022 bisa mewakili Indinesia di Asia’s Got Talent, America’s Got Talent, juga di Britain’s Got Talent. Aamiin.

Spread the love

One comment

  1. Sekarang banyak yang beralih ke Youtube.
    Saya sendiri jika posisi di Surabaya nggak nonton tv, karena nggak ada tv.
    Hiburnnya ya Youtube.
    baru-baru ini juga sering muncul di beranda cuplikan Indonesi Got talent, tai sempat lihat.
    Sepertinya mnarik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.