Cara menemukan ide tulisan

Cara Menemukan Ide Tulisan Hanya dalam 5 Menit

Cara Menemukan Ide Tulisan – Saya pengen nulis, tapi nggak tahu mau nulis apa. Tutur seorang teman kepada saya melalui chat WA. Lain waktu melalui messenger Facebook, teman saya yang lain mengirim pesan. Saya juga mau nulis, cuma nggak dapet feel-nya.

Ok, kesimpulan dari saya. Dua orang teman saya tidak punya ide tulisan. Atau sebenarnya sudah punya banyak ide cuma nggak tahu bagaimana cara mengeksekusinya.

Soal ide tulisan ini, sepertinya memang jadi momok bagi orang-orang yang baru belajar menulis dan bagi mereka yang baru mau mencoba menulis. Di beberapa kelas menulis online yang sempat saya ikuti. Pasti ada peserta yang juga bertanya, “bagaimana cara mendapatkan ide tulisan yang menarik?”

Menyakiskan sendiri fenomena tersebut, saya akhirnya memutuskan untuk membuat tulisan ini, cara menemukan ide tulisan bagi pemula. Di jamin mudah dan hanya butuh waktu 5 menit saja.

Tapi, tips dari saya ini lebih cocok untuk tulisan non fiksi, ya. Khususnya tulisan untuk media daring seperti blog.

Serba Serbi Ide Tulisan

Menemukan ide tulisan merupakan tahapan awal dalam menulis. Kalau tidak punya ide, ya apa yang mau ditulis? Karena itu, ide memang harus dicari, harus ditentukan.

Mencari ide tulisan itu amat sangatlah mudah. Ide bisa datang dari mana-mana. Dari angin yang bertiup, penjual gulali di trotoar, bahkan kentut pun bisa jadi ide tulisan.

Cuma masalahnya, penulis pemula sering terjebak dengan pikirannya sendiri. Belum juga mencoba menulis, eh takut idenya jelek alias nggak PD.

Ada juga yang merasa punya banyak ide tapi bingung. Mana yang mau ditulis duluan. Padahal ya tinggal memilih saja, mana ide yang mau dieksekusi terlebih dulu.

Percayalah, ini sedikit saran dari saya. Tidak ada ide tulisan yang tidak menarik selama kamu berhasil menuliskannya dengan baik.

Cara Menemukan Ide Tulisan

Ide tulisan itu seperti tubuh seekor gajah. Analogi ini saya pelajari dari Kadika selaku mentor di kelas Impactful Writing.

Tubuh gajah terdiri dari beberapa bagian. Ada belalai, gading, ekor, kaki, telinga, juga perut. Maka, saat kamu hendak menulis tentang tubuh gajah, kamu bisa memilih akan menuliskan tentang ekornya, gadingnya, apa belalainya? Ini disebut juga dengan memilih sudut pandang tulisan.

Tidak bolehkah menulis tentang tubuh gajah secara umum? Ya, boleh-boleh saja, toh ini bukan aturan baku. Hanya saja, itu masih terlalu luas, kata lainnya kurang spesifik atau kurang fokus. Sementara ide tulisan, semakin spesifik semakin bagus.

Ide yang spesifik akan lebih mudah untuk ditulis. Karena batasan masalahnya lebih sempit serta sudut pandangnya jauh lebih jelas.

Ok, tidak perlu bingung. Soal tubuh gajah ini hanya analogi saja. Mari langsung praktik cara menemukan ide tulisan dengan meminjam analogi dari Kadika. Supaya kamu lebih paham maksud saya.

  1. Ambil kertas dan alat tulis.
  2. Tuliskan apa hobimu, makanan kesukaamu, desa atau kota tempat kamu tinggal, warna favoritmu, apa yang biasanya kamu lakukan di akhir pekan, dan bagaimana perasaanmu saat ini. Nah, semua ini bisa jadi ide tulisan. Menarik atau tidak, pikirkan nanti saja.
  3. Selanjutnya, pilih satu ide yang akan kamu tulis terlebih dulu. Bebas yang mana saja.
  4. Anggap saja kamu mengambil tema makanan favorit. Misal makanan favoritmu adalah bakso. Nah, ide tulisan tentang bakso ini perlu kamu buat lebih spesifik lagi.
  5. Pikirkan apa saja yang berkaitan dengan bakso. Sehingga muncul ide tulisan yang sudut pandangnya jelas. Contoh: Aneka Jenis Bakso yang Sedang Tren; Rekomendasi Bakso Favorit di Jakarta; Cara Membuat Bakso Pelangi; Pelajaran Hidup dari Penjual bakso Langgananku; Dan lain sebagainya.
  6. Terakhir, pilih kembali satu ide tulisan yang menurutmu paling mudah untuk kamu tulis segera.

Bagaimana? Tak sampai 5 menit kamu sudah mendapatkan banyak ide tulisan bukan?

Ide Tulisan yang Menarik

Duh, kok bakso, sih? Apa tidak ada ide tulisan yang lebih menarik? Bakso apa bagusnya? Lagian tulisan tentang bakso itu pasti banyak banget.

Adakah kamu menanyakan salah satu pertanyaan tadi? Jika iya, kamu tidak salah, sebuah ide tulisan memanglah harus menarik. Cuma, apa tolak ukurnya? Tak ada jawaban pasti soal ini.

Hal utama yang perlu penulis pemula lakukan adalah berlatih. Teruslah berlatih menulis, sehingga kamu jadi terbiasa menulis. Minimal 1000 kata dalam sehari. Tak usah memikirkan apakah idenya menarik atau tidak.

Yakinlah, saat kamu sudah terbiasa menulis. Kamu akan mudah menemukan ide tulisan yang menarik dengan sendirinya. Bahkan, ide tersebut akan terus berdatangan ke dalam otakmu bak aliran sungai yang deras.

Jika sampai pada masanya, kamu menjadi penulis andal. Maka ide tulisan yang terkesan biasa saja tetap bisa jadi menarik di tanganmu.

Selamat mencoba, semoga sukses, see you on the top. Kabari saya jika kamu sudah mahir dalam menemukan ide tulisan.

Spread the love

2 comments

  1. ada yang mengatakan The worst enemy to creativity is self doubt. yanti seorang penyair yang bernama sylvia Plath. Pernyataan ini tercantum dalam bukunya Adi K. yaitu Writers & writing.
    Menarik atau tidak mari kita hilangkan keraguan dan hal-hal negatif di alam pikiran kita. Akan menjadikan kekuatan atas tulisan kita.

    Walaupun pada dasarnya kita tidak boleh puas dengna apa yang telah kita tulis. (dalam arti membangun)

  2. Betul Kak, setuju hanget nih. Keraguan atas ide tulisan sendiri harus dibuang. Masing-masing dari kita pasti punya kekuatan sendiri-sendiri.

    Terima kasih sudah berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.