cara menanam sayuran hidroponik

7 Langkah Cara Menanam Sayuran Hidroponik Bagi Pemula

Bagaimana cara menanam sayuran hidroponik? Tentu saja caranya banyak. Kamu tinggal pilih saja mau pakai teknik hidroponik yang mana. Ada NFT, DFT, areoponics, sistem wick, deep irrigation, dan rakit apung. 

Tapi aku pemula Kak, bingung mau pilih yang mana. Oh, tenang. Kali ini, saya akan memberikan panduan cara menanam sayuran hidroponik bagi pemula. Siap untuk mengikuti? Kuy, kita mulai. 

Apa Teknik Hidroponik yang Cocok Bagi Pemula?

Sebelum mulai menanam sayuran hidroponik, terlebih dulu kamu harus menentukan teknik hidroponik yang akan kamu gunakan. Saran saya, untuk skala hobi dan rumahan, gunakan hidroponik sistem wick dan rakit apung. Kalau mau lebih keren sedikit, kamu bisa menggunakan sistem DFT.

Kenapa ketiganya saya rekomendasikan? Sistem wick dan rakit apung merupakan teknik hidroponik yang paling sederhana dan mudah, serta tak harus menggunakan listrik. Jadinya, dari segi biaya lebih murah dan terjangkau, apalagi jika sampai memanfaatkan barang bekas. 

Sementara untuk sistem DFT, meski harus menggunakan listrik, pembuatan instalasi dan cara pengoperasiannya lebih mudah dibanding dengan teknik hidroponik yang sama-sama menggunakan listrik. 

sistem hidroponik untuk pemula

Penjelasan lengkap tentang teknik-teknik hidroponik intip di sini ya, jenis-jenis hidroponik.

Cara Menanam Sayuran Hidroponik Sistem Wick

Nah, khusus dalam artikel ini, saya akan memberikan langkah-langkah cara menanam sayuran hidroponik dengan sistem wick atau sistem sumbu, ya. Kebanyakan para pemula mencoba hidroponik dengan sistem ini. 

1. Menentukan Lokasi

Langkah pertama, kamu harus menentukan lokasi untuk menanam sayuran hidroponik. Karena kita bicara skala hobi dan rumahan, maka kamu bisa memanfaatkan halam rumah, teras rumah, juga rooftop jika ada.

Syaratnya, pastikan lokasi tersebut mendapatkan pencahayaan sepanjang hari. Secara umum, tanaman sayuran sangat menyukai sinar matahari. 

Berdasarkan tempat, sistem hidroponik bisa kamu jalankan secara tertutup dan terbuka. Tertutup artinya menggunakan greenhouse, terbuka tidak menggunakan greenhouse.

Hanya saja, sistem terbuka punya tantangan yang lebih berat. Tanaman jadi rentan terhadap serangan hama, larutan nutrisi pHnya tidak stabil jika bercampur dengan air hujan, dan wadah hidroponik mudah berlumut. Untuk mengatasi semua ini, para praktisi hidroponik biasanya akan membuat naungan, entah dari paranet, plastik UV, atau atap spandek transparan. 

Tapi karena membuat greenhouse maupun naungan biayanya mahal, kamu boleh tidak menggunakan keduanya. Solusinya, pastikan saja kamu bisa melindungi sayuran hidroponikmu, misal dengan memindahkannya ke tempat yang terlindung saat ada hujan.

hidroponik sistem terbuka

Mau tau perbedaan antara sisten DFT, wick, dan rakit apung? Baca artikel ini, Kendala dan Solusi Hidroponik Sistem Terbuka.  

2. Memilih Jenis Sayuran

Memilih jenis sayuran sebelum mulai menanam merupakan hal penting yang tidak bisa kamu lewatkan. Setiap tanaman memiliki syarat tumbuh yang berbeda-beda. Ada sayuran yang tumbuh baik di daerah dataran rendah, sebaliknya ada sayuran yang maunya hanya tumbuh di dataran tinggi. 

Selain itu, pilih juga sayuran yang dari segi rasa kamu sukai. Jangan sampai kamu menanam, tapi setelah panen jadi mubazir karena kamu tidak memakannya, ya kecuali kamu memberikannya pada tetangga atau saudara dekat. 

Sebagai pemula, penting juga untuk memilih jenis sayuran yang mudah tumbuh. Contohnya bayam, kangkung, sawi, mentimun, kacang panjang, dan pare. Adapun yang sulit tumbuh, terutama di dataran rendah yakni bawang daun dan selada. 

3. Belanja Alat dan Bahan

alat dan bahan hidroponik

Untuk alat dan bahan, sebenarnya kamu bisa membeli yang sudah siap pakai. Biasanya di e-commerce banyak yang menjualnya. Saya lihat untuk paket sistem wick rata-rata harganya ada di kisaran Rp50.000,-, sudah termasuk pupuk dan benih. 

Tapi kalau kamu mau buat sendiri tidak apa. Berikut daftar alat dan bahan yang perlu kamu beli!

  • Benih sayuran yang akan kamu tanam, kisaran harga Rp2.000,- untuk ukuran benih repacking
  • Pupuk AB MIX sayur, untuk kisaran harga bermacam-macam tergantung jenis dan ukuran, mulai dari 8 ribuan sampai 30 ribuan.
  • Rockwool, kisaran harga Rp5.000,- untuk ukuran cm x 7,5 cm x 14 cm, cukup untuk 18 tanaman dan sudah memiliki garis pemisah. 
  • Kain flanel, kisaran harga Rp1.000,- untuk ukuran 23×25 cm. 
  • Netpot ukuran 5 cm atau 7 cm, kisaran harga Rp200,- sampai Rp300,-.
  • Bak tahu atau baskom besar berbentuk persegi, kisaran harga Rp 16.000,- untuk ukuran 38 cm x 31 cm x 13 cm
  • Tutup bak Impraboard atau alvaboard, kisaran harga Rp6.500,- dengan 12 lubang. 

Kisaran harga yang saya berikan di atas merupakan hasil penelusuran saya di Shopee, ya. Kamu bisa saja mendapatkan harga yang lebih murah atau lebih mahal, tergantung pada tempat tinggalmu. 

4. Melakukan Pembibitan

Cara menanam hidroponik dengan rockwool
Bibit sayuran yang tumbuh di rockwool

Nah, jika alat dan bahan sudah siap, kamu bisa memulai menanam sayuran hidroponik. Awali dengan melakukan pembibitan, maksudnya menanam benih sampai menjadi tanaman kecil. 

Caranya, potong rockwool dengan ukuran 2,5 cm x 2,5 cm x 2,5 cm, atau kamu bisa mengikuti batas yang sudah ada jika kamu membeli rockwool yang sudah bergaris-garis. Kemudian, basahi rockwool dengan larutan nutrisi AB MIX secukupnya. Cara menyiapkan larutan AB MIX ini bisa kamu lihat di bagian kemasannya. 

Masukkan 1-2 benih sayuran ke dalam lubang rockwool. Letakkan di tempat teduh, tapi harus tetap terkena cahaya matahari. Khusus untuk kangkung dan bayam, kamu bisa memasukkan 5-7 benih dalam satu lubang.

Jangan lupa untuk merawat pembenihan ini, ya. Kalau rockwool mulai kering, jangan lupa sirami lagi dengan larutan nutrisi. Sekitar 1 bulan dari penanaman, benih yang sudah tumbuh biasanya sudah bisa kamu pindahkan ke netpot

5. Menyiapkan Instalasi

Hidroponik sistem wick: a. tampak luar, b. tampak dalam

Sembari melakukan pembibitan, kamu bisa menyiapkan instalasi hidroponik. Mudah kok, begini caranya:

  • Potong-potong kain flanel dengan lebar 2 cm dan masukkan ke sela-sela lubang netpot seperti sumbu.
  • Selanjutnya, letakkan netpot yang sudah bersumbu ke lubang-lubang impraboard.
  • Tutupkan impraboard ke bak tahu yang sebelumnya sudah terisi dengan larutan nutrisi. Banyaknya larutan cukup setengah bak saja, yang penting bisa terjangkau oleh sumbu flanel. 
  • Jika instalasi sistem wick sudah siap, kamu tinggal menunggu masa pindah tanam. 

6. Mulai Pindah Tanam

Kapan waktu pindah tanam yang tepat? Rata-rata, tanaman sayur bisa mulai pindah tanam jika usia pembibitannya sudah 1 bulan atau minimal sudah memiliki 4-5 daun. Jadi, kalau benih di rockwool sudah siap pindah tanam, kamu tinggal meletakkan rockwool tersebut ke netpot. 

7. Perawatan yang Intens

Perawatan hidroponik itu sangat mudah dibanding menanam dengan tanah atau di lahan luas, terutama hidroponik sistem wick ini. 

Pertama, kamu tidak perlu menyiram, cukup pastikan larutan nutrisi dalam bak tidak sampai habis. Kedua, pastikan kondisi bak bersih dari lumut, karena itu sekali-kali kamu harus membersihkannya. Ketiga, jaga bak dari cipratan air hujan, agar nutrisi dalam bak tidak meluber dan PHnya tidak berubah karena kemasukan air hujan. 

Bayangkan kalau kamu menanam menggunakan tanah. Penyiraman dan pemberian nutrisi tak bisa kamu kontrol. Kalau cuaca lagi terik, bisa-bisa kamu harus menyiramnya sekali dua hari. Tak hanya itu, kamu masih harus membersihkan gulma, juga melakukan pembumbunan secara rutin. 

Hidroponik Sistem Wick dengan Botol plastik Bekas

Satu hal yang saya suka dari sistem wick ini karena peralatannya bisa dimodifikasi dengan menggunakan barang bekas. Salah satunya menggunakan botol plastik bekas. Sehingga untuk biaya bisa jauh lebih murah karena alat yang kita perlukan hanya benih, rockwool, dan pupuk AB MIX saja. 

Cara menanam sayuran hidroponik sistem wick menggunakan botol bekas juga mudah. Ikuti langkah-langkahnya berikut ini!

  • Potong botol plastik menjadi dua bagian, upayakan bagian bawah lebih panjang, sekitar ⅛  bagian. 
  • Lubangi tutup botol dengan solder, dan masukkan kain flanel pada lubang tutup botol tersebut.
  • Buat juga lubang-lubang kecil pada sisi potongan botol bagian atas, yakni yang ada tutup botolnya. Fungsinya sebagai tempat keluarnya akar.  
  • Lalu, letakkan potongan botol bagian atas secara terbalik pada potongan botol bagian bawah. 
  • Selebihnya, cara pembibitan sampai cara penanaman dan perawatan sama dengan hidroponik sistem wick yang menggunakan bak tahu.

Terus, kalau kamu pusing membaca penjelasan saya di atas, mungkin kamu bisa melihat gambar berikut!

cara menanam sayuran hidroponik dengan botol plastik
Ilustrasi cara membuat hidroponik dengan botol plastik

Gimana, makin tertarik kan untuk menanam sayuran secara hidroponik? Mulai saja dari skala hobi. Jika mau irit biaya, gunakan barang bekas sehingga kamu cukup membeli benih dan rockwool saja.

Kalau mau lebih irit lagi, kamu bisa kok mengganti rockwool dengan media tanam hidroponik lainnya. So, selamat mencoba dan semoga berhasil! Satu lagi, jangan takut berkreasi dengan barang bekas lainnya selain botol plastik, ya!  

Artikel ini cocok untuk teman atau saudaramu? Yuk, bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *