menanam sayuran di botol bekas

Cara Menanam Sayuran di Botol Bekas Agar Tumbuh Subur

Bagaimana sih cara menanam sayuran di botol bekas? Dan apa tipsnya supaya tumbuh subur dan panennya bisa berulang kali?

Kebetulan banget, saya pernah menanam sayuran di botol bekas. Dan saya akan membagikan pengalaman tersebut dengan kamu.

Karena itu, simak tulisan ini sampai akhir, ya!

Kenapa Menanam Sayuran di Botol Bekas?

Ada beberapa alasan kenapa saya memilih menanam sayuran di botol bekas. Antara lain:

  • Gratis dan jumlahnya melimpah, sehingga saya bisa membuat pot untuk sayuran dengan mudah dan tanpa biaya.
  • Ringan, sangat cocok untuk teknik vertikultur, baik di tembok ataupun di pagar.
  • Sebagai upaya memperpanjang usia pakai sampah botol plastik.
  • Usia pakainya lama alias bisa saya gunakan berulang kali.

Sayuran Apa Saja yang Bisa Ditanam di Botol Bekas?

Tidak semua jenis sayuran bisa kita tanam di botol bekas air mineral, mengingat ukuran botol bekas tidaklah besar.

Sayuran yang cocok ditanam di botol bekas air mineral adalah sayuran daun atau sayuran yang perakarannya dangkal. 

Ya semacam sawi, kangkung, bayam, pakcoy, selada, kale, kucai, dan seledri. 

Saya juga pernah sih menemukan orang menanam tomat dan cabe pada botol bekas. Cuma biasanya, botol bekas yang mereka gunakan yang ukurannya 5 liter. 

Cara Menanam Sayuran di Botol Bekas

Cara menanam sayuran di botol bekas air mineral itu sebenarnya mudah. Tahapannya juga tidak berbeda jauh dengan cara menanam sayuran di polybag ataupun pot pada umumnya. 

Hanya saja, nanti akan ada proses penyiapan botol bekas menjadi pot tanaman. 

Selengkapnya, ini langkah-langkah cara menanam sayuran di botol aqua bekas. 

1. Alat dan Bahan

Pada tips kali ini, saya akan fokus untuk berbagi cara menanam sayuran daun di botol bekas air mineral ukuran 1,5 liter. 

Adapun alat dan bahan yang perlu kamu persiapkan, yakni:

  • Botol plastik bekas ukuran 1,5 liter (jumlahnya sesuaikan dengan kebutuhan)
  • Gunting
  • Soldier
  • Media tanam
  • Benih sayuran daun
  • Pupuk NPK
  • Pestisida organik (bisa buat sendiri)

2. Membuat Pot dari Botol Bekas

menanam sayuran di botol aqua bekas

Langkah pertama yang dilakukan untuk menanam sayuran di botol adalah mengubah botol menjadi pot tanaman. 

Cara yang saya pilih, yakni memotong botol bekas menjadi dua bagian sama panjang menggunakan gunting. 

Kemudian, saya membuat lubang-lubang kecil secukupnya di botol tersebut menggunakan soldier. Kalau tidak punya soldier kalian bisa menggunakan alat lain, semisal pisau atau paku. 

Botol-botol tersebut kemudian saya susun secara bertingkat di tembok dan pagar yang mendapatkan paparan sinar matahari sepanjang waktu.

Ada alternatif model pot botol plastik lain yang bisa kamu gunakan, yakni:

  • Botol plastik dibuat miring atau tidur.
  • Botol plastik digunakan utuh dengan cara dipotong bagian atasnya saja.
  • Botol plastik untuk sistem hidroponik sumbu.
cara menanam sayuran di botol plastik mineral
Beberapa alternatif model pot dari botol bekas

3. Menyiapkan Media Tanam

Campuran media tanam yang selalu saya gunakan adalah tanah, kompos, arang sekam atau sekam, dan kotoran kambing dengan perbandingan 2:2:1:1. 

Kalau mau yang lebih simpel juga bisa, sih. Kamu bisa menggunakan 2 jenis media tanam, misal campuran kompos dan arang sekam atau cocopeat dan arang sekam, perbandingan 1:1. 

Mau menggunakan satu jenis media tanam juga boleh. Kompos saja misalnya, atau cocopeat saja. Ini nanti kategorinya masuk budidaya secara hidroponik.

4. Penanaman Benih 

cara menanam sayuran di botol bekas

Masukkan media tanam ke dalam botol plastik sampai penuh. Tekan-tekan media tanam, tapi jangan sampai terlalu padat.

Buat lubang tanam menggunakan jari dengan kedalaman 1 cm. Masukkan 2 benih atau biji sayuran yang akan kamu tanam. 

Kenapa dua? Untuk jaga-jaga saja, karena biasanya tidak semua benih yang kita tanam itu akan tumbuh. 

Dengan menanam dua benih, saat satu benih tidak tumbuh, maka masih ada harapan benih yang lain akan tumbuh. 

Terus kalau tumbuh semua bagaimana? Cabut salah satunya, supaya sayuran tumbuh maksimal nantinya. 

5. Penyiraman

Tujuan penyiraman itu sebenarnya untuk menjaga agar media tanam selalu lembab dan kebutuhan tanaman akan air selalu terpenuhi. 

Jadi untuk kapan waktunya menyiram dan seberapa banyak, tentu tergantung pada musim dan besar kecilnya tanaman. 

Untuk sayuran dalam botol plastik bekas, di musim kemarau, penyiraman harus kamu lakukan dua kali sehari, pagi dan sore hari. 

Sementara untuk musim hujan, cukup lakukan penyiraman jika sedang tidak ada hujan dan media tanam terlihat mulai mengering. 

Lakukan penyiraman sampai media tanam lembab atau terlihat basah. Saya sendiri biasanya menyiram satu sayuran dengan 220 ml air (setara dengan satu gelas plastik air mineral). 

6. Pemupukan

Sayuran daun itu lebih banyak membutuhkan unsur N (nitrogen). Jadi pupuknya bisa memakai pupuk urea saja sebenarnya.

Tapi, dalam praktik cara menanam sayuran di botol bekas kali ini, kita akan menggunakan pupuk NPK.

Selain unsur haranya lebih lengkap, membeli pupuk NPK kiloan atau dalam jumlah sedikit lebih mudah (di tempat saya). 

Cara aplikasi pupuk –baik urea atau NPK– paling mudah adalah melarutkan NPK ke dalam air, kemudian menyiramkannya ke media tanam pada sore hari. Cara ini disebut teknik kocor.

Dosisnya yakni 1 sdm pupuk untuk 5 liter air. Dengan dosis ini, kamu bisa melakukan pemupukan setiap 3 kali sehari. 

cara menanam sayuran di botol aqua
Pertumbuhan sayuran menggunakan pupuk NPK

7. Pengendalian Hama

Sesuai pengalaman pribadi, hal tersulit dalam menanam sayuran itu adalah mengatasi serangan hama. Apalagi kalau serangan hamanya banyak. 

Cara menghadapinya tentu jangan panik. Saat sayuran dimakan oleh hama, sampai daunnya bolong-bolong, sebenarnya menandakan kalau sayuran kita itu sehat.

Karena itu, hindari penggunaan pestisida kimia, ya. Selain tidak baik untuk kesehatan, pestisida kimia juga bisa mencemari lingkungan.

Sebagai gantinya, gunakan pestisida organik. Pada beberapa kasus, mungkin pestisida organik tidak seampuh pestisida kimia, tapi yang pasti secara kesehatan jauh lebih baik. 

Beberapa pestisida organik yang pernah saya gunakan adalah: kulit bawang, bawang putih, campuran kunyit dan daun pepaya, dan daun mimba. 

Lakukan penyemprotan pestisida organik antara 3-7 hari sekali. Tapi, kalau serangan hamanya tinggi, penyemprotan bisa kamu lakukan setiap 1-2 kali sehari.

Cara membuat pestisida organik:

  • Pestisida kulit bawang
  • Pestisida bawang putih
  • Pestisida daun mimba

8. Pemangkasan

Bukannya sayuran daun yang kita panen itu daunnya? Kalau daunnya dipangkas, apa nanti yang akan kita panen?

Sayuran daun tetap membutuhkan pemangkasan, tapi tidak sebanyak pemangkasan pada sayuran buah. 

Bagian yang harus kita pangkas hanya dua daun yang muncul pertama kali dan daun-daun bagian bawah yang menguning, serta tumbuhnya tidak optimal. 

Tips Agar Sayuran Subur dan Panen Berulang Kali

Sayuran daun itu masuk kategori sayuran yang mudah tumbuh, perawatannya juga tidak terlalu sulit. Selama unsur hara terpenuhi dan serangan hama terkendali, sayuran daun akan tumbuh subur. 

Dengan mengikuti langkah-langkah cara menanam sayuran di botol bekas di atas, dalam waktu 1,5-2 bulan kamu sudah bisa panen sayuran daun yang sehat dan segar di rumah. 

Supaya panennya bisa lama dan berulang kali, saya ada tips, nih. Saat panen, jangan mencabut sayuran sampai ke akar-akarnya. 

Cukup potonh daun mulai dari bagian bawah. Dengan cara ini, sayuran daun yang kamu tanam akan terus-terusan memunculkan tunas baru sampai tiba masa berbunga. 

Penutup

Bagaimana? Cukup mudah bukan cara menanam sayuran di botol bekas? 

Selain gratis dan usia pakainya lama, menggunakan botol plastik bisa jadi upaya untuk memanfaatkan barang bekas, loh.

Jadi, tidak usah ragu untuk menanam sayuran di botol bekas air mineral. Selanjutnya, yuk belajar cara menanam sawi di pot kaleng bekas!

Artikel ini cocok untuk teman atau saudaramu? Yuk, bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *