cara menanam mentimun di galon bekas

Cara Menanam Mentimun Organik dari Biji di Galon Bekas

Kali ini saya akan berbagi tips cara menanam mentimun organik dari biji di galon bekas. Sebagian dari tips ini merupakan hasil praktik yang saya lakukan di rumah. 

Saya menggunakan galon bekas karena kebetulan ada banyak galon rusak di rumah kakak saya. Bagaimana kalau tidak punya? Kamu bisa menggunakan ember ataupun wadah cat bekas. 

Lalu seperti apa langkah-langkah cara menanam mentimun dari biji? Simak ulasannya berikut!

Manfaat Menanam Mentimun Organik

Pertama, yuk kita bahas dulu apa manfaat menanam mentimun organik. 

1. Lebih Sehat dan Aman Dikonsumsi

Keunggulan dari sayuran organik –juga mentimun organik– yakni lebih sehat dan aman untuk kita konsumsi. Kenapa? Soalnya, proses penanamannya tidak menggunakan bahan-bahan kimia, terutama pestisida. 

Pestisida kimia pada dasarnya bersifat racun dan bisa meninggalkan residu –sisa-sisa zat kimia– pada tanaman. Jika residu tersebut masuk ke tubuh secara berlebihan dan dalam jangka panjang, maka dapat menyebabkan kanker. 

2. Ramah Lingkungan

Residu pestisida kimia juga bisa mencemari tanah. Saat residu tersebut terus menerus masuk ke dalam tanah, maka bisa membunuh cacing dan mikroorganisme.

Sementara cacing dan mikroorganisme sangat tanah butuhkan untuk membantu  proses dekomposisi bahan organik maupun proses sintesis unsur hara tanaman. 

3. Hemat Biaya

Untuk skala rumah tangga, pupuk dan pestisida organik bisa kita buat sendiri di rumah. Hal ini tentu bisa mengurangi biaya berkebun. 

Bahan untuk membuat pupuk organik adalah sampah organik dapur seperti kulit buah dan sayur. Lalu bahan untuk pestisida organik bisa menggunakan bawang putih, cabe, dan daun mimba.

Cara Menanam Mentimun Organik di Galon Bekas

Lalu, bagaimana langkah-langkah cara menanam mentimun di pot galon bekas? 

1. Alat dan Bahan

Pertama kamu perlu menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam proses penanaman. Apa saja?

  • Galon bekas ukuran 19 liter
  • Solder
  • Pisau atau cutter
  • Tanah 
  • Pupuk kandang
  • kompos
  • Sekam bakar
  • Benih mentimun
  • Botol air mineral kemasan sedang (ukuran 550 ml atau 650 ml)
  • Pupuk organik
  • Pestisida organik

2. Menyiapkan Pot Galon Bekas

cara menanam mentimun di galon bekas

Langkah selanjutnya, buatlah pot dari galon bekas. Cuci bersih galon bekas dan potong bagian atasnya dengan cutter atau pisau. Agar proses pemotongan lebih mudah, panaskan cutter atau pisau sebelum digunakan. 

Kemudian, buat beberapa lubang kecil pada bagian bawah galon menggunakan solder. Fungsinya sebagai lubang drainase agar kelembaban media tanam tetap terjaga.

Secara umum, ada 2 jenis pot dari galon bekas yang bisa kamu buat. Pertama berbentuk tegak atau berdiri, kedua berbentuk miring.

Kamu lebih suka yang mana? Bebas pilih, ya. Syaratnya cuma satu, jangan lupa untuk selalu membuat lubang-lubang kecil di bagian bawah pot. 

3. Membuat Komposter Mini

komposter mini botol plastik

Ini adalah cara yang saya coba, membuat komposter mini dari botol plastik bekas berukuran sedang. Kamu bisa melewati proses ini jika mau. 

Tapi percayalah, komposter ini cukup efektif untuk membantu proses pemenuhan nutrisi bagi tanaman. Cara membuatnya juga cukup simpel.

Buat lubang-lubang kecil pada bagian bawah botol dan di kedua sisi botol. Lalu letakkan botol plastik tersebut ke media tanam. 

Secara berkala, kamu bisa memasukkan kulit sayur dan buah ke dalam komposter mini. Nantinya, komposter mini ini akan menghasilkan dua jenis pupuk: air lindi sebagai pupuk organik cair (POC) dan kompos yang bisa jadi media tanam.

Air lindi merupakan cairan yang dihasilkan oleh sampah organik. Mengandung banyak unsur hara sehingga bagus untuk tanaman. Nah, lubang-lubang kecil di komposter mini berfungsi sebagai tempat keluarnya air lindi.

4. Meramu Media Tanam

Jika pot galon bekas dan komposter mini sudah siap, berikutnya kamu perlu meramu media tanam. 

Media tanam untuk mentimun haruslah subur –mengandung unsur hara–, gembur, serta memiliki drainase yang baik.  

Karena itu, buatlah campuran media tanam dari tanah, kompos, pupuk kandang, dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1:1 atau 2:2:1:1.

Buat kamu yang sulit mendapatkan tanah dan pupuk kandang, boleh kok hanya menggunakan kompos dan arang sekam saja. Untuk perbandingannya yakni 1:1. 

5. Menanam Benih Mentimun

cara menanam mentimun dari biji

Well, saatnya mulai menanaman benih atau biji mentimun. Pertama, isi galon dengan media tanam sampai penuh. Jangan lupa, masukkan komposter mini ke dalam media tanam. Posisinya agak ke pinggir saja. 

Kedua, buat lubang kecil di tengah media tanam sedalam 1 cm. Tanam benih mentimun ke dalam lubang tanam dan tutup kembali dengan tanah atau media tanam.

Ketiga, siram media tanam dengan air secukupnya. Lalu letakkan pot galon bekas yang sudah ditanami di tempat yang terkena sinar matahari penuh, minimal 6 jam per hari. 

Pada hari ketiga, benih mentimun sudah tumbuh dan memiliki 2 kotiledon (bentuknya mirip daun). Lalu di hari ke 7, daun sejati mulai muncul. 

Perawatan Tanaman Mentimun Organik

Perawatan tanaman mentimun organik ada 5, yakni: penyiraman, pemupukan, pengendalian hama, penyiangan gulma, pemasangan ajir, dan mengisi komposter mini dengan sampah organik.

Berikut penjelasan lengkapnya!

1. Penyiraman

Penyiraman tergantung pada kondisi cuaca. Kalau sedang kemarau, lakukan penyiraman 2 kali sehari, pagi dan sore.

Tapi kalau sedang musim hujan, lakukan penyiraman sehari sekali. Atau kamu bisa saja tidak melakukan penyiraman jika kamu rasa media tanam masih basah karena habis hujan seharian.

Intinya, jangan biarkan media tanam kering atau terlalu basah. Usahakan kondisinya selalu lembab, supaya tanaman tidak layu atau akar membusuk. 

2. Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan bertujuan untuk menambah unsur hara pada media tanam. Dan karena ini adalah cara menanam mentimun di pot galon bekas secara organik, maka pupuknya pun harus menggunakan pupun organik. 

Pilihan praktisnya, kamu bisa membeli pupuk organik cair (POC) secara online. Ada banyak jenis POC di luaran sana, rekomendasi dari saya, gunakan POC dari Infarm yang terbukti mampu menyuburkan tanaman. 

Pilihan lainnya, kamu bisa membuat POC-mu sendiri di rumah. Kalau membuat sendiri, maka POC harus kamu buat jauh-jauh hari sebelum mulai menanam.

Aplikasi atau pemberian POC dilakukan setiap seminggu sekali. Mau buat POC sendiri? Cek di sini yuk, Cara Membuat POC di rumah

3. Pengendalian Hama

Sama dengan pupuk susulan, pestisida yang kamu gunakan untuk mengendalikan hama haruslah pestisida organik. 

Apa pestisida organik yang harus digunakan? Pilihannya banyak banget. Kamu bisa menggunakan bawang putih, kulit bawang, daun mimba, daun pepaya, juga kunyit.

Tapi, sesuai pengalaman saya pribadi, yang lebih ampuh adalah pestisida organik daun mimba. Penasaran bagaimana cara membuatnya, cek di tulisan saya yang lain: Pestisida Daun Mimba ala Jadam. 

Untuk penyemprotan pestisida organik, sesuaikan dengan intensitas serangan hama. Pengalaman saya, karena serangan hama di tempat saya cukup banyak, maka saya terpaksa melakukan menyemprot antara 1-2 hari sekali.

Kalau tidak mau ribet membuat pestisida organik sendiri, kamu boleh membeli neem oil atau minyak daun mimba. 

4. Penyiangan Gulma

Penyiangan gulma itu maksudnya adalah mencabut gulma atau tanaman liar yang tumbuh di media tanam, semisal rumput. Tujuannya agar tidak terjadi perebutan unsur hara antara gulma dengan mentimun. 

Setelah dicabut, gulma jangan dibuang, ya. Kamu bisa memasukkannya ke dalam komposter mini supaya jadi kompos. 

5. Pemasangan Ajir atau Lanjaran

contoh lanjaran mentimun
Beberapa contoh lanjaran untuk tanaman mentimun

Mentimun adalah tumbuhan merambat, karena itu dia butuh ajir atau lanjaran supaya mampu tumbuh tinggi. 

Ajir atau rambatan ini bisa terbuat dari kayu, bambu, tali, atau kawat. Ada juga yang kombinasi antara bambu dengan tali. Saya sendiri di rumah memanfaatkan pagar dan tali rafia karena tidak memiliki bambu dan kayu. 

6. Pemangkasan

cara menanam mentimun organik

Pemangkasan merupakan langkah untuk mengurangi jumlah daun dan batang yang tidak produktif. Tujuan pemangkasan antara lain:

  • Menghemat penggunaan nutrisi
  • Memperindah dan mempertahankan bentuk tanaman
  • Meningkatkan hasil panen atau buah. 

Untuk bagian daun mentimun yang dipangkas yakni: daun bagian bawah, daun yang terkena hama dan penyakit, daun yang rusak –kering atau menguning–.

Selain daun, kamu juga perlu memangkas batang sulur. Yakni batang yang tumbuh dari batang utama, biasanya bentuknya kurus.

Lakukan pemangkasan pertama kali setelah tanaman mentimun setinggi 30-60 cm. Selanjutnya, lakukan pemangkasan secara rutin setiap 1-2 minggu sekali. 

Daun dan batang yang kamu pangkas jangan di buang, ya. Masulkan saja ke komposter mini.

7. Mengisi Komposter Mini

Terakhir nih, karena tips cara menanam mentimun yang saya bagikan di sini menggunakan komposter mini, maka komposter mini ini harus kamu isi secara berkala sampai penuh.

Pokoknya, kalau ada sampah organik dari dapur, potong kecil-kecil terus masukkan ke dalamnya. Termasuk gulma dan daun dari hasil pemangkasan. 

Panen Mentimun Organik

Pada usia 40 hari setelah tanam, mentimun akan mulai berbuah. Lalu pada usia 60 hari, panen pertama sudah bisa kamu lakukan.

Ciri-ciri mentimu yang siap panen adalah: 

  •  Ukurannya sudah sesuai dengan jenis mentimun yang ditanam. Informasi terkait hal ini ini bisa kamu dapatkan di bagian kemasan.
  •  Kulitnya berwarna hijau segar dan mengkilap.
  •  Teksturnya firm (tegas) dan padat.

Penutup

Dengan mengikuti panduan lengkap cara menanam mentimun organik di atas, kamu dapat menikmati panen mentimun melimpah dari hasil menanam sendiri di rumah, loh!

Mentimun organik lebih sehat dan aman untuk kita konsumsi. Proses budidayanya juga lebih berkelanjutan karena tidak mencermari lingkungan.

Selain menanam mentimun, yuk cobain juga menanam sawi di kaleng bekas.

Artikel ini cocok untuk teman atau saudaramu? Yuk, bagikan!

20 comments

  1. Bibit mentimunnya dari biji atau sudah ada bibit mentimun yang sudah jadi, Mbak?
    Jadi kepikiran juga untuk nanam mentimun. Selama ini baru nyobain nanam sayur selada, kangkung atau pakcoy.

  2. Menanam mentimun sebenarnya nggak sulit
    Aku pernah menanam mentimun di pekarangan
    Tapi entah kenapa, setelah 3x panen nggak bisa tumbuh lagi

  3. Wah mba aku baru tau komposter ini. Bisa di praktekkan ke tanaman hias ngga ya? Kalo aku lagi bikin proses pupuk alami pake galon bekas juga. Cuma di tanam di satu wadah gtu. Menarik ini bisa buat berkebun di lahan sempit.

  4. Wah menarik sekali nih, Mbak. Apalagi media yang digunakan juga galon bekas. Posisi galonnya bisa disesuaikan ya berdiri atau tidur. Menanam mentimun sendiri, tentu saja banyak keuntungannya.

  5. Aku sukaa bangettt mentimun, bakalan asyik yah kalo punya tanamannya sendirii, jadi pengen ikut nanam jugaa. Terimakasih mba tipsnyaaa, insyaAllah segera dipraktekin

  6. Lengkap kak Luluk, tersedia juga teknik pestisida organiknya.
    Dengan begitu kegiatan menanam, khususnya mentimun ini jadi lebih mudah. Karena kan timun terbilang banyak manfaatnya buat kita ya

  7. Cara mudah menghasilkan tanaman sayur dengan menggunakan barang bekas yang ada di rumah dan menggunakan sampah sebagai media tanam dan puuk bagi tanaman. Benar-benar bisa menjadi kegiatan urban farming di perkotaan ini.
    Bisa menghasilkan sayur dari pekarangan sempit sekalipun

  8. Aku selalu senang deh melihat pengalaman orang lain berkebun. Pengen rasanya ikutan menananam juga. Sudah mulai sih dari tanaman hias tapi sepertinya tangan saya terlalu “panas” krn tumbuhan tidak pernah lolos tumbuh dan berkembang 🙁

  9. mba, saya belum pernah menanam timun. pengen sih tapi belum keuyeung kalo bahasa sundanya. bisa juga ya di pot bekas galon. yang pengen banget di ikuti itu bikin komposter mini. oia soal pupuk, aku cek barusan pupuknya infarm. ini bagus ya bisa buat tanaman hias juga? disananya untuk tanaman buah/hias

  10. Kak komposter mininya itu botolnya dipotong nggak? Atau langsung dibenamkan gitunya setelah dilubangi? Terus nanti hasil sisa makanan akan muncul belatung2 gt nggak sih kak.. belatung itu nggak apa2?

    1. Gak usah dipotong Kak, masukkan langsung ke media. Jadi cuma dilubangi aja. Sejauh percobaan saya, tidak ada belatungnya Kak, karena yang saya masukkan hanya sisa sayur dan buat. Jikapun ada belatung, paling juga entar mati dengan sendirinya Kak karena minim oksigen.

  11. Sebenarnya menggunakan media galon ini tingkat kesulitannya lebih besar ya.. karena bahannya yang tebal, tentunya memotongnya juga butuh benda tajam yang bagus. Kelebihannya, kalau tanamannya tumbuh dengan baik, gak butuh dipindahin. Ibuku paling seneng nih.. dikasih media tanam yang besar begini. Nuhun ka Luluk buat idenya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *