apa itu pupuk kompos

Apa Itu Pupuk Kompos dan Mengapa Penting Bagi Pekebun Rumah?

Saya juga ingin berkebun Mbak, tapi saya gak punya tanah. Begitu kata teman saya yang tinggal di salah satu perumahan di Kota Bangkalan. Buat kamu yang punya masalah seperti teman saya, kamu bisa loh pakai kompos. Apa itu pupuk kompos?

Pupuk kompos adalah hasil dari proses dekomposisi bahan organik seperti sisa makanan, daun, dan rumput oleh mikroorganisme dalam kondisi yang terkontrol. Pupuk kompos kaya akan nutrisi yang dapat digunakan sebagai pupuk ataupun media tanam. 

Berikut penjelasan lebih rinci tentang apa itu pupuk kompos dan mengapa penting bagi pekebun rumah!

Apa Itu Pupuk kompos?

Seperti yang sudah saya jelaskan, kompos merupakan hasil akhir dari proses dekomposisi bahan-bahan organik dalam kondisi terkontrol. Maksud terkontrol di sini adalah melibatkan campur tangan manusia. 

Tanpa campur tangan manusia, dekomposisi bahan organik akan tetap terjadi di alam. Dan dekomposisi yang terjadi secara alami, nantinya disebut humus. Humus banyak ditemui di hutan-hutan dan kebun-kebun.

Jadi kata kuncinya adalah terkontrol dan tidak terkontrol. Kompos adalah hasil dekomposisi bahan organik yang dilakukan oleh manusia (terkontrol). Sementara humus adalah hasil dekomposisi yang terjadi secara alami di alam (tidak terkontrol). 

perbedaan kompos dan humus

Dalam proses dekomposisi, baik terkontrol atau tidak, akan terjadi penguraian bahan organik menjadi komponen yang lebih sederhana yang dilakukan oleh mikroorganisme. 

Seperti apa proses penguraian tersebut? Mari kita pahami dari tahapan dekomposisi berikut!

  • Fragmentasi

Proses awal dari dekomposisi adalah terjadinya fragmentasi, di mana bahan organik seperti daun, kayu, dan sisa makanan akan dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil oleh organisme seperti serangga dan cacing.

  • Dekomposisi Kimia

Setelah bahan organik hancur dan lapuk, maka mikroorganisme seperti bakteri dan jamur akan mengeluarkan enzim yang memecah molekul kompleks seperti selulosa, lignin, dan protein menjadi molekul yang lebih sederhana.

  • Mineralisasi

Pada proses mineralisasi, molekul sederhana diubah menjadi nutrisi anorganik (unsur hara) seperti nitrogen, fosfor, dan kalium yang dapat diserap oleh tanaman.

  • Humifikasi

Proses dekomposisi akan selalu menyisakan produk akhir berbentuk padat yang disebut humus atau kompos. Dan ini adalah satu-satunya produk dekomposisi yang bisa terlihat oleh mata telanjang.  

Bahan-Bahan yang Bisa Dikomposkan

Semua bahan organik atau material yang berasal dari makhluk hidup bisa dikomposkan. Tapi yang paling umum digunakan adalah material dari tumbuhan. Sementara material dari hewan yang biasa dijadikan kompos ada kotorannya saja. 

Secara umum, bahan organik untuk kompos terbagi dalam dua kategori. Yakni bahan hijau yang kaya akan nitrogen dan bahan coklat yang kaya akan karbon. 

Contoh bahan hijau adalah daun hijau, sisa makanan, kulit sayur dan buah, kulit telur, ampas kopi, dan teh. Contoh bahan coklat antara lain daun kering, serbuk kayu, sekam, kertas dan karton, dan kulit kacang. 

Supaya menghasilkan kompos berkualitas baik secara fisik dan kimia, kamu harus menggunakan bahan hijau dan bahan coklat secara seimbang. 

bahan bahan pupuk kompos

Jenis-Jenis Kompos

Well, kompos merupakan hasil akhir dari proses dekomposisi bahan organik dengan melibatkan mikroorganisme. Tapi perlu kamu ketahui, jenis-jenis kompos ini banyak banget. 

Jenis-jenis kompos bisa dibedakan dengan melihat dari berbagai faktor. Berdasarkan proses dekomposisi, kompos dibedakan menjadi kompos aerob dan anaerob. 

Berdasarkan bahan pembuatnya, ada kompos hijau, vermikompos, dan kompos daun. Lalu berdasarkan cara pembuatannya, ada yang namanya kompos parit dan kompos tumbler.

Tapi karena pembahasan tentang jenis-jenis kompos ini sangat panjang sekali, saya akan membahasnya secara terpisah, cus mampir: jenis-jenis kompos.

Fungsi dan Manfaat Kompos bagi Pekebun Rumah

Menjawab keinginan teman saya yang saya ceritakan di awal, maka secara garis besar, fungsi kompos ini ada dua. Pertama bisa 100% menjadi media tanam menggantikan tanah. Kedua, menjadi pupuk organik untuk menambah unsur hara pada tanah atau media tanam. 

Makanya, dalam membuat campuran media tanam, saya sering menggunakan campuran antara tanah, kompos, arang sekam, dan pupuk kandang. Adapun perbandingannya antara lain 2:2:1:1. 

Kalau kamu mau menggunakan kompos 100% sebagai media tanam tanpa campuran apapun juga boleh, kok. Sebab kompos ini pastinya sudah mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. 

Kelebihannya, kompos bisa kamu buat sendiri di rumah. Jadi meski tidak punya tanah, kamu bisa tetap menanam. Selain itu, itu juga punya beberapa manfaat, apa saja?

1. Meningkatkan Kesuburan Tanah

Sudah tidak perlu diragukan lagi, kompos kaya akan nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman, mulai dari nutrisi makro sampai nutrisi mikro. Karena itu, kompos sangat bagus jika kamu jadikan media tanam maupun sebagai pupuk dasar. 

Jika kamu menambahkan kompos ke tanah, maka hal-hal berikut bisa saja terjadi:

  • Kandungan nutrisi tanah lebih kaya
  • Aktivitas mikroorganisme di dalam tanah meningkat
  • Struktur fisik tanah jadi gembur
  • Tanaman bisa tumbuh subur dan sehat

2. Meningkatkan Struktur Tanah

Pernahkah kamu melihat tanah yang keras? Artinya tanah tersebut kekurangan bahan organik. Tanah yang keras tentu tidak bisa menjadi media tanam yang baik. 

Karena itu, penambahan kompos ke tanah atau media tanam tidak hanya dapat menambah nutrisi, tapi juga dapat memperbaiki struktur tanah. Tanah yang diperkaya dengan kompos pasti akan lebih gembur, sehingga dapat menyerap air dan menyimpan air dengan baik. 

3. Mengurangi Limbah Rumah Tangga

Jika kamu membuat kompos sendiri di rumah, artinya kamu telah melakukan beberapa hal berikut: mengelola sampah di rumah, tidak menimbun sampah rumah tangga di TPA, dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. 

Itu artinya, sebagai pekebun rumah, kamu ikut berkontribusi dalam upaya pengurangan limbah rumah tangga dan meningkatkan keberlanjutan lingkungan. 

4. Mengurangi Penggunaan Pupuk Kimia

Secara alami, kompos telah menyediakan nutrisi secara lengkap bagi tanaman. Dengan begitu, kamu tidak perlu lagi terlalu bergantung pada pupuk kimia. 

Penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang dan secara berlebihan tentu tidak baik bagi tanah dan lingkungan. Tanah bisa jadi mengeras, tidak subur, tinggi kandungan garam, dan kehidupan mikroorganisme tanah jadi terganggu.  

Penutup

Pupuk kompos merupakan produk akhir dari proses dekomposisi bahan-bahan organik seperti sisa makanan, daun, ranting, kulit buah, dan kotoran hewan. Kompos kaya akan unsur hara tanaman, baik makro maupun mikro. 

Karena itu, pupuk kompos bisa kamu jadikan pupuk dasar maupun sebagai media tanam. Cocok banget buat kamu yang tinggal di perkotaan dan tidak punya tanah untuk menanam. 

Kompos bisa kamu buat sendiri di rumah. Bagaimana caranya? Yuk lanjut membaca artikel saya berikutnya, cara membuat kompos dari sampah dapur

Artikel ini cocok untuk teman atau saudaramu? Yuk, bagikan!

25 comments

  1. sampah organik kalo kita bisa mengolahnya jadi kompos bisa kembali bermanfaat untuk tanaman sekitar, jadi gak perlu beli pupuk buatan lagi, hehehe

  2. Krnapa kulit telur masuk kategori bahan hijau ya mbak? Kan warnanya cokelat. Berarti bukan berdasar warna ya kategorinya

  3. pernah nih buat kompos dari bahan limbah tapi ternyata banyak keluar magot dan lalat ngumpul di teras rumah..mungkin mba ada saran bikin kompos biar magot dan lalat gak banyak

  4. Pupuk kompos adalah pilihan pupuk yang ideal bagi pekebun rumah karena banyak manfaatnya bagi tanaman dan lingkungan. Dengan menggunakan pupuk kompos, dapat membantu tanaman tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah, serta berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan.

  5. Ah bener ini, manfaat pupuk kompos ini gak hanya meminimalisir sampah di rumah aja, sekaligus membuat tanaman mendapat pupuk yang terbaik.

  6. Dulu saya suka bingung limbah rumah tangga yang organik mau dikemanakan. Lalu baca banyak informasi yang mengatakan bahwa sampah tersebut bisa dbuat kompos. Setelah mempraktekkan, ternyata juga tidak sulit. Malah bagus buat berkebun di sekitar rumah.

  7. Bermanfaat banget kak informasinya. Di tempatku banyak sekali daun-daun salam berjatuhan. Biasanya dibiarin sampai busuk, tapi didiemin aja. Pengen bisa dimasukkan ke wadah khusus dan dibuat pupuk kompos gitu

  8. Aku punya temen yg effort banget bikin pupuk kompos ini deh. Ternyata cukup mudah kok ya. Asal caranya tepat jadi bisa hasilkan kompos yg bagus juga.

  9. Bahan-bahan untuk pupuk organik ini ada banyak di rumah dan jadi limbah rumah tangga. Kebetulan sekarang lagi tertarik berkebun, coba ah buat pupuk kompos sendiri di rumah.

  10. Oooo jadi humus itu sebenarnya bukan kandungan tertentu di tanah melainkan hasil dari segala rupa yang terjadi pada tanah yang subur akibat segala rupa proses alami. Jadi ingat sama bahasan di salah satu channel yutup yang bilang kalau lapisan humus itu tanah yang hidup.

    Jadi paham deh sekarang bedanya humus dan kompos. Jadi sebenarnya kalau nggak punya tanah atau lahan untuk menanam, bisa memanfaatkan kompos deh. Ada niat selalu ada jalannya sih ya.

  11. Pupuk kompos ini selain bisa membuat tanah menjadi lebih subur, juga bisa mengurangi sampah organik, ya. Solusi jitu untuk mengurangi penumpukan sampah di lingkungan sekitar rumah.

  12. Aku udh pake kompos dr limbah dapur. Bahkan cangkang telur pun bisa utk pupuk cabai. Kaya nutrisi kalium soalnya. Dan itu dibutuhkan oleh tanah.

    Emg wajib bgt tuh kita selingi/kasih murni pupuk kompos agar tanah terus terjaga nutrisi di dlm tanahnya. Drpd pupuk kimia trs. Bahay buat tanah.

  13. Teh ini juga bisa di jadiin kompos ya mbak, tiwas aku selalu buang ampas teh. Lumayan juga bikin kompos sendiri. Aku yang kemarin buat, hasil tanaman subur banget.

  14. Wah senangnya bisa mengurangi limbah rumah tangga. Asal penggunaannya seimbang aja yaa antara daun hijau dan yang coklat. Setiap hari masak, Alhamdulillah bahannya bisa dijadikan kompos. Solusi banget buat yang mau berkebun dengan lahan yang sempit.

  15. kompos nih yang sering terlewat, tetangga padahal rajin “buang” kulit pisang dan sisa makan buah langsung di pot. katanya bagu sbuat nutrisi tanaman.saya pakenya pupuk instan aja, hehehe. next mau prepare bikin kompos aja

  16. Masih banyak orang yang malas bikin kompos. Mungkin karena bau yang ditimbulkan sampah itu sendiri kali ya?
    Sehingga bikin harus di luar rumah atau di area tertentu menghindari pencemaran itu. Akhirnya malas deh…

    Padahal jelas banget manfaat kompos ini banyak sekali.

  17. Meskipun udah jarang bikin kompos, tapi sampah organik selalu kukubur di belakang rumah. Eh, hasilnya tanah yang dulunya keras, jadi agak gembur nih sekarang.

  18. Berkebun dengan pupuk kompos buatan sendiri jauh lebih hemat. Pengen banget bikin kompos mba dengan bahan-bahan di rumah.

  19. Pupuk kompos sangat pas untuk mambantu meningkatkan kesuburan tanah di sekitar kita. Dari pada sampah dibuang begitu saja, nampaknya memang perlu diolah jadi kompos. Karena bisa memberikan manfaat bagi lingkungan

  20. Pupuk kompos yang dibuat sendiri tentu lebih banyak keuntungannya selain memiliki stok yang bisa diandalkan untuk tanaman. Dan mempelajari proses fermentasinya ini menjadi bagian dari memahami kebutuhan tanaman juga. Jadi lebih dapet “bonding” gitu yaah..

  21. jadi tahu mengenai apa itu pupuk kompos secara detail dan kebetulan banget saya sedang belajar berkebun mba di rumah, terus menulis tentang dunia tanaman ya mba Luluk, sangat bermanfaat buat saya yang sedang belajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *