Apa itu stoikisme

Baca Gratis! 4 Rekomendasi Buku Stoikisme di iPusnas

Ada satu aliran filsafat (filosofi) yang disebut dengan stoikisme. Dikenal juga dengan sebutan stoicism, stoic/stoik, stoisisme, stoa, dan stoikisme. Adapun pengertian filosofi stoicism secara lengkap adalah, aliran filsafat Yunani Kuno yang lahir pada awal abad ke-3 SM di Kota Athena. Pendirinya adalah seorang filsuf terkenal bernama Zeno dari Citium, Siprus.

Filsafat ini mengajarkan pengikutnya untuk bersikap sesuai dengan ketentuan alam, yakni dengan menerima kehidupan ini secara tawakal dan apa adanya. Salah satu prinsipnya yang paling utama adalah, manusia hendaknya fokus pada hal-hal yang bisa ia kendalikan dan mengabaikan hal-hal yang tak bisa ia kendalikan.

Rekomendasi Buku Stoikisme

Meski sudah berusia lebih dari 2 milenium, filsafat ini ternyata masih relevan untuk kamu terapkan pada masa sekarang. Karena itu, jika kamu sedang mencari cara untuk hidup damai dan bahagia, kamu bisa mulai belajar tentang stoikisme. 

Ada banyak buku yang membahas tentang stoikisme. Namun, jika kamu belum ada bugdet untuk membeli salah satunya, kamu bisa pergi ke iPusnas. Ada 4 rekomendasi buku stoikisme yang bisa kamu baca secara gratis di aplikasi ini.

rekomendasi buku stoikisme

1. Filosofi Teras

Dalam bahasa Yunani, stoikisme berasal dari kata stoikos (stōïkos) yang berarti dari stoa. Stoa sendiri dalam bahasa Indonesia memiliki makna beranda, teras, atau serambi. Inilah yang menjadi alasan Henry Manampiring dalam membuat judul bukunya, Filosofi Teras.

Kenapa buku ini akhirnya banyak disukai meski membahas filsafat stoikisme yang masuk kategori topik berat? Sebagai orang yang sudah membacanya langsung, menurut pendapat saya, buku ini punya gaya bahasa yang ringan dan mudah dimengerti. Sehingga prinsip-prinsip tentang stoikisme tersampaikan dengan baik pada pembaca.

Review lengkap buku ini bisa kamu baca di postingan blog saya sebelumnya: Review Filosofi Teras.

2. Surat-Surat Stoa

Buku dengan judul Surat-Surat Stoa merupakan buku yang berisi tentang kumpulan surat yang ditulis oleh Lucius Annaeus Seneca kepada sahabatnya yang bernama Lucilius. Melalui surat-surat tersebut, Seneca menuliskan berbagai pemikirannya sebagai seorang stoik (penganut stoikisme) terkait persoalan hidup sehari-hari.

“Penganut filsafat stoikisme lebih sering disebut stoik.”

Seneca sendiri lahir di Cordoba (sekarang Spanyol) pada 4 SM. Selain dikenal sebagai filsuf stoik, Seneca juga dikenal sebagai seorang negarawan dan penulis. Dan ia sangat populer di masanya.

Dengan membaca buku Surat-Surat Stoa, artinya kamu belajar tentang stoikisme secara langsung pada tokoh filsuf stoik. Meski ditulis pada abad Sebelum Masehi (SM), surat-surat Seneca ini seakan-akan ditulis untuk kita yang hidup pada abad ini, loh.

3. Ataraxia: Bahagia Menurut Stoikisme

Saya katakan buku ini cukup berat untuk orang awam yang sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang stoikisme. Tapi bukan berarti buku ini tidak bagus, justru buku ini membahas tentang stoikisme dengan lebih mendalam dan menyeluruh.

Hanya saja, saran saya, bacalah buku ini ketika kamu setidaknya sudah paham apa itu stoikisme dan apa saja prinsip-prinsipnya yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin bisa dengan membaca buku Filosofi Teras terlebih dahulu atau dengan membaca beberapa artikel terkait stoikisme di Google.

Buku ini lebih cocok untuk kamu yang ingin memperdalam pemahaman tentang stoikisme.

4. Setiap Hari Stoik: 366 Renungan untuk Menjalani Kehidupan

Setiap Hari Stoik merupakan buku yang berisi panduan latihan cara menerapkan filsafat stoikisme. Buku ini bisa jadi buku pelengkap untuk kamu yang masih bingung tentang bagaimana sih menjadi stoik itu? Apa yang harus dilakukan dan dipikirkan?

Dengan membaca buku ini, setidaknya kamu akan paham, melalui stoikisme kamu akan bisa melakukan 3 hal berikut. Tenang menerima apa yang tidak bisa kamu ubah, berani mengubah apa yang bisa kami ubah, dan bijak untuk membedakan keduanya.

Akhir kata, ayo hadapi kehidupan ini dengan filsafat stoikisme. Sebab dunia saat ini rentan membuat bingung dan stres. Terpolarisasi, kompetitif, bergerak cepat, serta informasi datang silih berganti tapa henti.

Untuk mempelajari stoikisme, silahkan baca 4 rekomendasi buku stoikisme di atas!

Artikel ini cocok untuk teman atau saudaramu? Yuk, bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *