apa itu Jadam

Apa Itu Jadam? Metode Bertani Organik Mudah dan Murah

Pertanian organik unggul karena ramah lingkungan dan mampu menghasilkan produk yang lebih sehat. Tapi di sisi lain, kekurangannya banyak juga. Seperti biaya produksi mahal, target market terbatas, hasil cenderung lebih sedikit dan kecil di awal memulai.

Tapi kini, semua kekurangan itu bisa dijawab oleh JADAM. Metode pertanian organik dari Korea Selatan yang mudah diterapkan. Selain itu, biayanya juga ultra rendah, hasilnya pun bisa melimpah.

Saya sendiri, setelah mengenal metode ini merasa menemukan oase. Mimpi akan adanya produk pangan organik yang bisa dijangkau oleh semua kalangan rasanya bisa terwujud dengan Jadam.

Apa Itu Jadam Pertanian?

Jadam adalah singkatan dari Jayoen-eul Dalm-eun Saram-dul. Maknanya kurang lebih yakni orang-orang yang menyerupai alam.

Pendirinya bernama Young Sang Cho. Ia sendiri merupakan putra dari Han Kyu Cho, founder Korean Natural Farming.

Jadi, Young Sang Cho memang terlahir di keluarga petani. Anak-anaknya sekarang juga memilih untuk mengikuti jejaknya. Artinya, 3 generasi keluarga Young Sang Cho berprofesi sebagai petani.

Puluhan tahun sudah Young Sang Cho bertani dan melakukan banyak penelitian. Hingga lahirlah metode Jadam dari tangan dinginnya. Saat ini, Young Sang Cho memiliki 1,5 hektar lahan percobaan budidaya berbagai jenis tanaman.

Jadam wettimg agent
Young Sang Cho, Founder Jadam

Kelebihan Organik Jadam

Kelebihan metode organik Jadam tergambar dalam satu kata, yakni SMILE. Berikut penjelasannya lengkapnya.

Simpel, prinsip-prinsip Jadam sangatlah sederhana. Sehingga mudah dipahami oleh siapa saja.

Mudah, karena mudah dipahami maka metode Jadam mudah pula untuk dikerjakan. Berbagai input pertanian seperti pupuk dan pestisida bahkan bisa dibuat sendiri oleh petani dengan bahan-bahan yang mudah didapat.

ILmiah, meski bukan sepenuhnya teknologi baru, berbagai teknologi dalam Jadam dikembangkan melalui riset. Sehingga secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan.

Efektif, proses jadam sangatlah efektif. Menggunakan metode ini, sekalipun organik tetap mampu memberikan hasil panen yang sehat, besar, dan melimpah. Semua itu juga bisa didapat dengan biaya ultra rendah.

4 Poin Penting dalam Metode Jadam

Untuk menerapkan metode Jadam, kita hanya perlu memahami 4 poin penting berikut!

1. Manajemen Tanah

Dalam mengembalikan kesuburan tanah, tentu tidak bisa instan. Itulah kenapa, jika petani beralih ke pertanian organik, di awal-awal hasil panennya akan kecil dan sedikit.

Tapi tidak begitu dengan Jadam. Manajemen tanah dalam metode ini mampu mengembalikan kesuburan dan kegemburan tanah dalam waktu yang relatif lebih cepat.

Bagaimana caranya? Yakni dengan menggunakaan pupuk JMS (Jadam Microbial Solution). Pupuk JMS berfungsi sebagai pembenah tanah dan terbuat dari 3 bahan saja. Kentang, garam laut/garam dapur/air laut, dan leaf mold atau humus daun. Leaf mold sendiri bisa kita dapatkan secara gratis dari kebun-kebun atau hutan yang ada di lingkungan sekitar kita.

Penggunaan JMS secara terus menerus akan membuat tanah jadi gembur. Sehingga ke depanya, kita tidak perlu lagi pusing dengan urusan membajak lahan.

Cara membuat JMS

Ketahui lebih jauh tentang apa itu Pupuk JMS dan bagaimana cara membuatnya!

2. Pupuk Dasar

Fungsi utama JMS adalah sebagai pembenah tanah. Supaya penggunaan JMS makin optimal, maka kita perlu menambahkan berbagai materi organik ke dalam tanah. Misal sisa tanaman (daun, ranting) dan rumput.

Kombinasi antara pupuk JMS dengan materi organik akan menghasilkan pupuk dasar yamg bagus untuk tanaman. Teorinya seperti ini, pupuk JMS mengandung ratusan juta mikroorganisme yang nantinya akan mengurai semua materi organik yang kita tambahkan ke tanah.

Materi organik yang telah terurai akan jadi pupuk dasar bagi tanaman. Cara ini tentu jauh lebih mudah dan murah dibandingkan dengan membuat kompos di luar area pertanian.

3. Pupuk Tambahan

Dalam metode Jadam juga ada fase pemberian pupuk tambahan berbentuk cair ke tanaman. Pupuk ini disebut pupuk JLF (Jadam Liquid Fertilizer).

Ada dua pilihan bahan utama dalam membuat pupuk JLF. Pertama, menggunakan rumput. Kedua, menggunakan buah atau bagian tanaman yang akan atau sedang kita budidayakan. Misalkan kita menanam stroberi, maka pupuknya dibuat dari buah stroberi. Jika kita menanam sawi, maka bahannya menggunakan daun sawi.  

Pupuk JLF
Pupuk JLF yang saya buat di rumah. Saya memakai sisa tanaman kacang tolo dan kacang tanah dari ladang.

Pelajari lebih lanjut tentang pupuk JLF dan cara membuatnya.

4. Pestisida

Soal pestisida, Young Sang Cho telah menemukan teknik pembuatan pestisida alami yang ampuh dalam membasmi hama. Pestisida nabati dalam metode Jadam disebut NJP (Natural Jadam Pesticide).

Selanjutnya NJP meliputi 3 hal, yakni JWA, JS, dan JHS. JWA (Jadam Wetting Agent) berfungsi sebagai bahan pembasah atau surfaktan.

Semua jenis pestisida baik kimia sintetis atau alami sama-sama butuh bahan pembasah yang akan menempel lebih lama pada hama sasaran. Karena bahan pembasah ini, pestisida bisa bekerja dengan efektif.

Selanjutnya JS atau Jadam Sulfur. Fungsi JS sama dengan JWA, yakni sebagai surfaktan. Jadi kita bisa menggunakan JWA atau JS, tinggal pilih saja.

Penggunaan JWA atau JS nantinya harus dikombinasikan dengan JHS (Jadam Herbal Solution). Bahan pembuatan JHS bisa berupa tanaman apa saja, yang penting tanaman tersebut mengandung bahan yang berpotensi membunuh hama. Misal bawang, mimba, kenikir, serai, dan kemangi.

pestisida kenikir

Kelebihan NJP adalah bisa dibuat sendiri oleh petani. Sebab, Young Sang Cho tidak mematenkan penemuannya ini. Jadi siapapun bisa mengadopsinya dengan bebas.

Meski alami, NJP tak kalah efektif dengan pestisida kimia. Tak hanya itu, NJP tidak meninggalkan residu berbahaya untuk tanah, berfungsi juga sebagai germisida, dan tidak menimbulkan resistensi.

Cara pembuatan JHS bisa kamu lihat di sini, Youtube Jadam Organic Farming.

Selamat Datang Kembali Era Pertanian Organik

Sebenarnya, metode organik Jadam bukanlah metode baru. Sebab metode ini mengadopsi kebijaksanaan alam. Sejak ribuan tahun yang lalu, semua tanaman di bumi ini sudah tumbuh dan berkembang dengan sistem organik secara sendirinya.

Prinsip Jadam juga tidak beda jauh dengan metode pertanian organik pada umumnya. Yakni mengupayakan pemanfaatan limbah pertanian semaksimal mungkin, serta menghindari penggunaan bahan kimia sintetis.

Hanya saja, Jadam punya kelebihan dengan menawarkan biaya produksi ultra rendah. Bahkan dibanding dengan pertanian konvensional, metode dari Korea Selatan ini 10-100 kali lebih murah juga. 

Kenapa bisa begitu? Karena Jadam mengajarkan petani untuk menyiapkan dan membuat input pertanian sendiri. Mulai dari pupuk dan pestisida. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuatnya juga mudah didapat karena memanfaatkan potensi lokal.

Selain soal biaya, kelebihan Jadam yang lain, sejak awal penerapan sudah mampu memberikan hasil panen yang bagus dan melimpah. Ini berlawanan dengan metode organik pada umumnya yang baru memberikan hasil yang memuaskan setelah 3-4 tahun kemudian.

Buat kamu yang tertarik untuk mencoba metode ini, jangan lupa pelajari lebih jauh tentang apa itu Jadam. Adapun tulisan saya ini hanya bersifat sebagai pemberi informasi awal saja.

Belum lagi, metode ini berasal dari negara yang iklimnya berbeda dengan iklim Indonesia. Meski Jadam diklaim cocok untuk semua jenis pertanian di berbagai iklim. Tetap saja, kamu perlu melakukan banyak penyesuaian nantinya.

Kamu juga bisa mempelajari metode Jadam langsung dari websitenya: Jadam Farming

Artikel ini cocok untuk teman atau saudaramu? Yuk, bagikan!

2 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *