hidroponik sistem wick botol bekas

Cara Membuat Hidroponik Sistem Wick Botol Bekas: Kreatif dan Ekonomis

I’m so excited! Akhirnya, saya bisa dengan percaya diri menuliskan cara membuat hidroponik sistem wick botol bekas. Saya sudah praktik di rumah, dan alhamdulillah tumbuh dengan baik. Ya, meski belum panen. 

Ternyata, menanam sayuran dengan hidroponik sistem wick botol bekas sangat menyenangkan, murah meriah dan mudah. Kekurangannya tentu ada, tapi tidak banyak dan bisa diatasi, kok. 

Mau mengikuti jejak saya? Jangan lewatkan artikel ini, bacanya juga jangan lompat-lompat! Hehehe. 

Cara Membuat Hidroponik Sistem Wick Botol Bekas

Saya tahu kamu sudah tidak sabar untuk mengetahui cara membuat hidroponik sistem wick botol bekas. So, mari langsung saja kita bahas! 

Oh ya, disclaimer sedikit, petunjuk yang akan saya berikan, ya sesuai dengan praktik yang saya lakukan di rumah. Di luaran sana, mungkin ada DIY lain yang bisa jadi lebih baik dan lebih bagus. 

1. Alat dan Bahan 

Alat dan bahan hidroponik sistem wick secara umum bisa kamu intip di artikel saya sebelumnya. Ini linknya, daftar alat dan bahan hidroponik sistem wick

Itu kan secara umum, kalau spesifik hidroponik sistem wick botol bekas, berikut alat dan bahannya:

Alat

  • Botol air mineral bekas ukuran 1,5 liter atau botol bekas minyak goreng ukuran 2 liter
  • Netpot ukuran 5 cm
  • Kain flanel sesuai kebutuhan

Bahan

  • Pupuk AB MIX
  • Media tanam, bebas mau apa saja. Cek daftarnya di sini: media tanam hidroponik. Saya pribadi pakai rockwool.
  • Benih sayuran daun, di petunjuk cara membuat hidroponik sistem wick botol bekas ini saya menggunakan bayam dan kangkung.

2. Membuat Instalasi

setelah alat dan bahan sudah siap, langkah selanjutnya adalah membuat instalasi hidroponiknya. Berikut step by step-nya!

  • Potong atau buat lubang pada bagian atas botol bekas air mineral dengan diameter kurang lebih 4,5 cm.  
  • Cuci botol plastik bekas yang sudah dipotong dan tunggu sampai kering.
  • Setelah botol plastik bekas kering, lapisi menggunakan cat kayu atau minyak. Kalau tidak punya cat, lapisi dengan plastik berwarna gelap.
  • Jemur botol plastik bekas yang sudah dilapisi cat sampai kering. 
  • Sambil menunggu botol plastik kering, potong kain flanel dengan ukuran 50×2 cm (PxL). 
  • Selipkan kain flanel pada lubang netpot. 1 netpot satu kain flanel. 
  • Masukkan potongan rockwool sesuai kebutuhan ke dalam netpot. Rekomendasi ukuran rockwool dari saya, 3x3x5 cm (PxLxT).
  • Isi botol plastik bekas dengan 1 liter larutan nutrisi AB Mix. 
  • Satukan netpot yang sudah memiliki sumbu dan terisi rockwool dengan botol plastik bekas. Lalu letakkan di tempat yang terhindar dari hujan, tapi tetap mendapatkan sinar matahari penuh.

Catatan tambahan. Misalnya botol plastiknya tidak dicat bagaimana? Boleh-boleh saja. Cuma, nanti akan mudah berlumut. 

Memang, tidak ada yang salah dengan lumut. Hanya saja, secara estetika jadi bikin tampilan hidroponik sistem wick botol plastik jadi kurang bagus. 

Jadi, penggunaan cat atau plastik untuk melindungi larutan nutrisi supaya tidak ditumbuhi lumut? Yap, betul sekali, sebab sinar matahari bisa memicu perkembangan lumut dalam air. 

Ya, bagaimana pun kan lumut itu masuk dalam kerajaan tumbuh-tumbuhan. Sudah pasti lumut juga berfotosintesis. Semakin optimal proses fotosintesisnya, maka pertumbuhannya juga akan semakin cepat. 

3. Menyiapkan Larutan Nutrisi

Pupuk hidroponik yang umum dipakai namanya pupuk AB Mix. Ini adalah pupuk hidroponik racikan yang siap pakai. Bentuknya ada yang butiran ada yang cair. Cara penggunaan pupuk AB Mix pun mudah, biasanya sudah tertera di kemasan. 

Harga dan jenis pupuk AB mix bermacam-macam. Untuk harga menyesuaikan dengan ukuran. Sementara untuk jenisnya, ada pupuk AB Mix sayuran buah, pupuk AB Mix sayuran daun, dan pupuk AB Mix spesifik seperti pupuk AB Mix khusus stroberi. 

Saya menggunakan pupuk AB Mix butiran. Jika menggunakan butiran maka perlu dicairkan terlebih dahulu dengan air. 

cara meracik pupuk AB Mix
Kiri ke kanan: Pupuk AB Mix yang masih berbentuk butiran; Pupuk AB Mix yang sudah dicairkan masing-masing dengan 500 ml air; Pupuk AB Mix yang sudah diencerkan kembali dengan air, takaran 5 ml pupuk A + 5 ml pupuk B + 1 liter air.

Dalam praktik cara membuat hidroponik sistem wick botol plastik kali ini, saya membeli pupuk AB Mix sayuran daun, karena hendak menanam kangkung dan bayam. Beratnya 2020 gr dan harganya Rp20.000,-. 

Kemudian, pupuk A saya encerkan dengan 50 ml air, begitu juga dengan pupuk B. Setelah diencerkan, pupuk  pupuk A akan berwarna coklat kemerahan yang pekat, pupuk B berwarna hijau terang atau bening.

Cara penggunaan: campurkan 5 ml pupuk A dan 5 ml pupuk B ke dalam 1 liter air.

Selengkapnya, berikut pembahasan lengkap tentang pupuk AB Mix: petunjuk penggunaan pupuk hidroponik AB Mix

4. Pilihan Sayur

Selain bayam dan kangkung, sayuran daun yang saya rekomendasikan adalah pakcoy, sawi, sawi samhong, dan kailan.

Saya sudah berkali-kali menanam 6 sayuran daun tersebut dan selalu berhasil. Semuanya cocok ditanam di dataran rendah. Mudah tumbuh dan termasuk kuat dalam menghadapi serangan hama. 

Sampai saat ini, saya belum berhasil mengatasi masalah hama. Pertama karena saya tidak mau menggunakan pestisida kimia. Kedua, semua pestisida nabati yang saya coba belum ada yang berhasil menghalau hama secara efektif. 

rekomendasi tanaman hidroponik
Kiri ke kanan: kangkung, bayam, sawi samhong.

5. Mulai Menanam

Setelah instalasi hidroponik sistem wick botol plastik sudah kamu buat, larutan nutrisi sudah siap, selanjutnya kamu bisa memulai proses penanaman. Ini langkah-langkahnya.

  • Basahi rockwool dan sumbu flanel menggunakan larutan nutrisi yang sudah diencerkan. 
  • Buat lubang kecil dan dangkal di rockwool.
  • Masukkan 5-10 benih (biji) kangkung atau bayam ke dalam lubang tersebut. Kalau menanam sawi, pakcoy, kailan, dan sawi samhong, 1 lubang cukup 1 benih saja. 
  • Pantau pertumbuhan benih dan kelembaban rockwool. 
  • Jika rockwool mulai mengering, lakukan sedikit penyiraman. 
  • Benih sayuran biasanya mulai tumbuh di hari ke-3. Jika sampai 7 hari belum ada tanda-tanda kehidupan, lakukan penanaman ulang.
  • Selanjutnya, kamu tinggal mengontrol larutan nutrisi saja. Lakukan penambahan nutrisi jika sudah menyusut atau habis.

Kelebihan Hidroponik Sistem Wick Botol Bekas

Saya sudah membahas tentang berbagai kelebihan hidroponik sistem wick di artikel sebelumnya. Tapi, itu berdasarkan teori dan telaah pustaka. 

Nah, di sini saya khusus akan berbagi tentang kelebihan hidroponik sistem wick botol bekas dan apa yang saya alami. 

Selama menanam sayuran hidroponik sistem wick, berikut 2 hal yang saya rasakan:

  1. Biaya super murah, untuk alat saya hanya membutuhkan netpot dan kain flanel. Untuk 10 hidroponik sistem wick botol plastik saya membutuhkan: 10 netpot (harga Rp10.000) dan ⅛ meter kain flanel (harga per meter + RP15.000).   
  2. Perawatan mudah, saya tidak perlu melakukan penyiraman setiap hari. Cukup kontrol saja sekali-kali, kawatir larutan nutrisi sudah habis. Sementara sayuran yang saya tanam dalam polybag mesti saya siram setiap hari jika tidak ada hujan. Sungguh melelahkan karena saya masih menyiram secara manual. 

Karena itu, saya tidak ragu sama sekali untuk merekomendasikan berkebun sayuran di rumah dengan hidroponik sistem wick botol plastik. Memang sistem ini tidak sempurna betul, proses pembuatan instalasinya cukup rempong dan memakan waktu. 

Peletakanya juga tidak boleh sembarangan. Harus di tempat yang terlindung dari hujan, sekaligus harus mendapatkan sinar matahari penuh. 

Kenapa harus terlindung dari hujan? Supaya larutan nutrisi tidak luber ke mana-mana saat ada hujan. Kan sayang nutrisinya kalau begitu. Kalau sinar matahari sudah jelas, sayuran butuh penyinaran penuh supaya proses fotosintesisnya optimal. 

Saya sendiri kebetulan, teras kontrakan saya itu mendapatkan pencahayaan yang bagus. Begitu juga di sisi tembok kamar bagian luar. Jadi, saya bisa meletakkan hidroponik sistem wick botol plastik saya di 2 tempat tersebut. 

Variasi Instalasi Hidroponik Sistem Wick

Sejauh yang saya pelajari, ada 3 model instalasi hidroponik sistem wick botol plastik yang bisa kamu buat. Pertama, seperti yang saya praktikkan. Botol plastik dibuang bagian atasnya saja, sehingga bentuknya memanjang. 

Kedua, botol plastik digunakan miring dan dibuatkan 3 lubang netpot di atasnya. Ketiga, botol plastik dipotong menjadi 2 bagian. Bagian atas sebagai pengganti netpot (tempat media tanam), lalu bagian bawah menjadi tempat meletakkan larutan nutrisi. 

Dari ke-3 variasi instalasi tersebut, ada alasan kenapa saya memilih model yang pertama. Saya rasa, model instalasi pertama memiliki daya tampung lebih banyak. Dengan begitu, saya tidak perlu terlalu sering mengisi ulang larutan nutrisi.

Selain itu, dimungkinkan akar juga memiliki ruang yang lebih luas untuk tumbuh. Dan ini bagus, saat akar yang tumbuh dengan baik, maka tanaman juga akan tumbuh dengan baik pula. 

Penutup

Cara membuat hidroponik sistem wick botol plastik tidak sulit sama sekali bukan? Biayanya pun murah, apalagi kalau alat-alat lainnya (netpot dan kain flanel) kamu ganti dengan gelas plastik dan kain bekas. Wah, biayanya bisa nol rupiah tuh. 

Mungkin proses pembuatannya agak rempong dan memakan waktu di awal. Tapi percayalah, setelah sayuran yang kamu tanam tumbuh, semua kerempongan itu akan terbayar tuntas. 

Soalnya kamu tinggal melihat perkembangan dari jauh saja. Tidak perlu menyiram, tinggal tambahkan larutan nutrisi secara berkala jika sudah habis. 

Jadi, masih merasa berkebun hidroponik itu susah? Gak lagi dong kalau pakai hidroponik sistem wick botol bekas.  

Artikel ini cocok untuk teman atau saudaramu? Yuk, bagikan!

19 comments

  1. Mbak penasaran deh mau tanya. Apakah kalau hidroponik itu harus menggunakan pupuk kimia selalu? Tidak adakah tanpa pupuk kimia atau tanpa pupuk? mengingat masa tanamnya kan hanya hitungan bulan saja. Contohnya kangkung

  2. Wah, bisa dicoba nih. Kan lumayan bisa menyantap sayur kangkung atau bayam dari “Kebun” sendiri hehehe.
    Nah, awalnya saya bertanya-tanya, kenapa botolnya harus dicat atau dilapisi plastik ya? Dan jawabannya ada di paragraf berikutnya. ternyata biar tidak berlumut dan tetap ekstetika ya, Mbak.

  3. Sistem wick yang bisa diterapkan ini. Apalagi buat yang suka makan sayur kangkung dan sawi seperti daku hehe. Semoga bisa daku terapkan deh

    1. Wah Alhamdulillah berhasil ya mbak dengan hidroponik sistem wick botol plastik. Kalau mau cet botol nya bebas kan ya warna apa aja? Tanaman yang ditanam dengan sistem wick cocok di dataran rendah ya, cocok untuk di daerahku juga.

  4. ini kayaknya enggak hanya bisa bermanfaat diambil sayurnya ya, tapi bisa juga buat hiasan depan rumah, biar lebih rindang dan lebih hijau

  5. Wah, menarik ini karena hidroponiknya dengan memanfaatkan botol bekas. Lumayan bisa sekalian mengurangi sampah di sekitar rumah.

  6. Waktu kapan hari pas mampir ke kontrakan sampeyan, saya lihat sih gimana perkembangan hidroponik sistem wick botol bekas sampeyan. Aku jadi mbatin, “oh ini tho hidroponik yang dari botol bekasnya.”

    Nanti kalau panen, undang aku ya, mbak. Hehehe…

  7. Hidroponik sistem wick botol bekas adalah cara yang kreatif, ekonomis, dan menyenangkan untuk memulai berkebun hidroponik. Dengan sedikit ketekunan dan perhatian, kita dapat menanam tanaman yang segar dan sehat di rumah kita. Bisa panen sayur segar nanti

  8. Wah kalau dengan menggunakan sistem wick ini nggak harus pakai pipa yang besar-besar itu ya, cukup dengan botol bekas minuman pun bisa

  9. Hidroponik sistem wick menggunakan botol bekas ini bisa jadi salah satu solusi untuk mengatasi sampah botol plastik juga ya. Selain itu, jadi memungkinkan bercocok tanam untuk orang yang punya lahan atau halaman terbatas. Ide ini keren sih.

  10. Beda media tanam, beda juga prosesnya ya Kak. Kayaknya agak ribet, tapi kalo sudah terbiasa, bakalan bukan halangan lagi. BTW, pasti rasanya excited banget kalo sudah panen. Tinggal memetik hasilnya dan bisa langsung diolah untuk dikonsumsi. Mantap artikelnya

  11. Mudah banget ya kak instalasi hidroponik wick dgn pake botol ini. Jujur aku lg merintis bisnis ini utk sayuran organik. Minimal ya aku pake buat keluarga sendiri. Ntr kalo ada tetangga yg mau ya silakan petik. Nnti kalo udh berhasil, pasti tetangga mau ikutan bikin deh.

  12. Aku juga menggunakan galon bekas yang aku kasih lubang. Disamping memang menghemat budget, juga ngga perlu khawatir klo kita lupa menyirami. Hasilnya juga bagus kok.

  13. Alhamdulillah, ada kabar baik bahwa lingkungan kami terpilih menjadi Juara 1 Lomba Posyandu tingkat Kota Bandung. Sehingga program selanjutnya adalah membuat kebun sehat.
    Dari sini, setiap warga diwajibkan memberikan tanaman dan tlah disepakati menggunakan botol bekas.
    Jadi terinspirasi membuat hidroponik Sistem Wick dari botol bekas.
    Coba aku praktekkan.. apakah bisa jadi?

  14. Wahh menarik nih hidroponik sistem wick botol bekas. Cocok banget buat rumahku yang sempit gak punya lahan. Bisa dapat sayur sehat sekaligus buat hiasan didepan rumah..hehe

  15. akhirnya cara bikin hidropinik sistem wick muncul juga, hahaha. saya mau nyobain ih beneran, biasanya tanam di botol bekas ya gitu aja, cuman media tanam dan benih terus potonya di gantung ala ala pinterest gitu. thank youuuuu ya artikelnya mba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *