Siang itu, sekitar tiga tahun lalu, saya sedang duduk di ruang tunggu kontrol rawat jalan di RSUD kota tempat saya tinggal. Di samping saya, ayah duduk sambil sesekali menghela napas. Wajahnya terlihat lelah. Bukan hanya karena sakitnya, tapi juga karena menunggu giliran pemeriksaan yang tidak kunjung tiba.
Saya sebenarnya juga sudah mulai tidak betah. Tapi mau pulang rasanya percuma. Kalaupun kembali esoknya, kemungkinan besar kondisinya tidak akan jauh berbeda.
Yang paling terasa waktu itu justru bukan capeknya, tapi rasa tidak enak melihat ayah. Beliau sudah tidak muda, duduk berjam-jam jelas bukan hal yang nyaman. Sesekali beliau berdiri, berjalan pelan di sekitar ruang tunggu, lalu duduk lagi. Tetap saja terlihat tidak nyaman.
Belum lagi kalau beliau harus ke kamar mandi di tengah menunggu. Saya biasanya ikut mengantar, setidaknya sampai depan, hanya untuk memastikan semuanya aman.
Dan itu bukan kejadian sekali dua kali. Hampir tiga bulan kami bolak-balik ke rumah sakit untuk kontrol, dengan cerita yang kurang lebih sama. Datang, menunggu lama untuk diperiksa, lalu pulang dalam kondisi sama-sama lelah.
Pengalaman yang mirip juga saya alami waktu sepupu saya meminta ditemani mengantar ibunya periksa. Bedanya, kali itu dia juga membawa anaknya yang masih kecil. Di situ saya mulai benar-benar merasa, mengurus orang tua saja sudah cukup melelahkan, apalagi kalau harus sambil menjaga anak.
Dari situ saya mulai kepikiran, sebenarnya tidak semua hal harus dijalani dengan cara seperti itu. Mungkin ada cara lain yang bisa sedikit meringankan, terutama untuk kondisi-kondisi seperti ini.
Kenapa Harus Pilih Layanan Home Service Kesehatan?
Kalau dipikir-pikir lagi sekarang, mungkin yang dulu paling terasa itu bukan cuma capeknya, tapi juga waktunya yang seperti habis di jalan dan ruang tunggu.
Makanya waktu tahu ada layanan home service untuk kesehatan, saya sempat mikir, “kenapa dari dulu tidak kepikiran ya kalau ada cara seperti ini?”
Bukan karena saya sudah pernah pakai, tapi lebih ke membayangkan saja sudah terasa bedanya.
Kalau saya coba urutkan pelan-pelan, ada beberapa hal yang langsung terbayang di kepala saya.
1. Hemat Waktu dan Energi
Yang langsung kebayang itu soal waktu. Dulu, untuk satu kali kontrol, saya dan ayah harus berangkat pagi dari rumah, menunggu antrian berjam-jam di rumah sakit, lalu pulang lagi. Satu proses itu bisa menghabiskan hampir setengah hari, bahkan kadang seharian.
Saya memang tidak bekerja saat itu. Tapi saya membayangkan, kalau yang menjalani ini adalah orang yang punya jam kerja tetap, mau tidak mau dia harus izin. Entah datang terlambat atau tidak masuk setengah hari.
Makanya, kalau ada pilihan layanan kesehatan dari rumah, perbedaannya pasti akan langsung terasa. Tidak ada waktu terbuang di jalan, tidak ada antrian panjang. Prosesnya jadi jauh lebih singkat dan jelas.
2. Kenyamanan Maksimal
Hal lain yang saya bayangkan akan terasa beda itu soal suasana.
Dulu, setiap menunggu di rumah sakit, ayah sering terlihat tidak nyaman. Duduk terlalu lama membuat badannya pegal, tapi saat berdiri pun tidak benar-benar membantu. Ditambah lagi suasana ruang tunggu yang ramai dan bukan tempat yang akrab buat beliau.
Karena itu, saya sering membayangkan, kalau proses seperti ini bisa dilakukan di rumah, mungkin ayah tidak perlu melalui ketidaknyamanan itu. Setidaknya beliau bisa tetap duduk atau beristirahat di tempat yang sudah biasa, tanpa harus menyesuaikan diri dengan kondisi di luar.
Hal yang sama juga mungkin dirasakan oleh anak kecil. Kalau harus diajak ke rumah sakit, biasanya mereka lebih mudah rewel karena suasananya asing. Tapi kalau dilakukan di rumah, biasanya mereka lebih tenang dan lebih mudah diajak bekerja sama.
3. Keamanan Terjamin
Dan yang terakhir, soal rasa aman.
Dulu mungkin saya tidak terlalu kepikiran. Tapi setelah dijalani, baru terasa kalau berada di tempat umum dengan banyak orang itu memang ada risikonya, apalagi untuk orang tua atau yang kondisi tubuhnya tidak terlalu kuat.
Kalau bisa dilakukan dari rumah, setidaknya ada satu kekhawatiran yang bisa dikurangi. Tidak harus bercampur dengan banyak orang, tidak harus berada di situasi yang tidak bisa kita kontrol.
Baca juga: Pengalaman Periksa Mata Minus
Prosedur yang Mudah dan Higienis

Awalnya, jujur saja, saya sempat kepikiran soal ini. Kalau dilakukan di rumah, apakah prosesnya tetap aman? Alatnya bagaimana? Orang yang datang itu siapa?
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sempat muncul, dan menurut saya wajar.
Tapi setelah saya cari tahu, ternyata layanan home service seperti ini tidak dilakukan sembarangan. Petugas yang datang memang orang yang sudah terbiasa menangani pengambilan sampel, jadi bukan orang baru yang coba-coba.
Prosesnya juga tetap mengikuti standar yang sama seperti di laboratorium. Alat yang digunakan tetap steril, prosedurnya jelas, dan ada tahapan yang memang sudah diatur.
Di situ saya mulai paham, yang membedakan sebenarnya bukan cara kerjanya, tapi tempatnya saja yang dipindah ke rumah.
Makanya, di bagian ini memang penting untuk tidak asal pilih layanan. Karena meskipun konsepnya sama, kualitasnya tetap tergantung pada penyedia jasanya.
Kalau ditangani oleh layanan yang profesional, rasanya cukup masuk akal kalau proses di rumah pun bisa tetap berjalan dengan aman dan higienis.
Kapan Saat yang Tepat Memanggil Layanan Home Service Kesehatan?
Memang, adanya layanan home service kesehatan tidak menjadikan pergi ke rumah sakit itu salah. Sebab tidak semua masalah kesehatan bisa ditangani dari rumah.
Tapi di beberapa situasi, cara ini terasa lebih praktis dan lebih ringan untuk dijalani. Terutama untuk yang harus membagi waktu antara pekerjaan, mengurus orang tua, dan juga anak.
Kalau dilihat dari kebutuhan yang umum, ada beberapa kondisi yang memang lebih pas dilakukan dari rumah. Beberapa di antaranya adalah:
1. Medical Check-Up Rutin
Medical check-up rutin itu sebenarnya penting, tapi sering tertunda. Bukan karena tidak mau, tapi karena prosesnya terasa panjang. Harus meluangkan waktu khusus, pergi, menunggu, lalu pulang. Akhirnya ditunda, lalu ditunda lagi.
Kalau bisa dilakukan dari rumah, proses yang biasanya terasa berat itu jadi lebih ringan dan sederhana. Sehingga lebih mudah juga untuk benar-benar dijalankan.
2. Pemeriksaan Berkala
Saya pernah cek gula darah, kolesterol, dan asam urat di sebuah apotek. Waktu itu, setelah selesai diperiksa, saya sempat berpikir untuk menjadikannya rutinitas. Setidaknya sebulan sekali, supaya kondisi tubuh tetap terpantau.
Tapi yang terjadi setelah itu ternyata tidak sesuai rencana. Semua berhenti di niat saja.
Bukan karena saya tidak peduli, tapi karena jarak. Setiap kali ingin kembali, yang terbayang justru perjalanannya. Harus keluar rumah, menghadapi cuaca yang panas, lalu pergi ke sana, meskipun sebenarnya tidak terlalu jauh.
Akhirnya, niat yang awalnya terasa sederhana justru jadi berat dijalankan.
Dari situ saya mulai merasa, untuk kondisi seperti ini, layanan home service memang lebih masuk akal. Pemeriksaan tetap bisa dilakukan secara rutin, tanpa harus terbebani oleh proses menuju ke tempatnya.
3. Saat Kondisi Tidak Memungkinkan Keluar Rumah
Kejadian ini sebenarnya sudah lama sekali, bahkan jauh sebelum saya mengalami bolak-balik ke rumah sakit seperti yang saya ceritakan tadi.
Waktu itu saya baru lulus kuliah. Ibu saya sakit, panasnya tinggi, dan di luar hujan turun cukup deras. Kami masih tinggal di desa, dan saat itu pilihan tidak banyak.
Akhirnya ayah memutuskan untuk tetap pergi. Beliau menerobos hujan hanya untuk menemui mantri desa.
Kalau diingat sekarang, keputusan itu memang terasa nekat. Tapi di kondisi saat itu, memang hanya itu yang bisa dilakukan.
Dari situ saya sering berpikir, situasi seperti itu pasti tidak hanya terjadi di keluarga saya. Banyak orang mungkin pernah ada di posisi yang sama, harus mengambil keputusan cepat di tengah kondisi yang tidak mendukung.
Bedanya, sekarang sebenarnya sudah ada pilihan lain.
Dengan adanya handphone, orang tidak harus selalu keluar rumah untuk mencari bantuan. Apalagi di kota, layanan kesehatan juga sudah berkembang, termasuk layanan home service yang biasanya sudah dilengkapi dengan call center yang bisa dihubungi kapan saja.
Dan yang membuat seseorang tidak bisa keluar rumah itu memang bukan hanya soal cuaca.
Bisa karena kesibukan, tidak ada kendaraan, atau memang kondisi pasien yang tidak memungkinkan untuk dibawa bepergian.
Dalam situasi seperti itu, menghubungi layanan home service terasa jadi pilihan yang lebih masuk akal. Bukan karena ingin mencari yang paling mudah, tapi karena memang ada kondisi yang membuat cara itu jadi lebih memungkinkan untuk dijalani.
Penutup
Kalau saya tarik dari semua pengalaman itu, satu hal yang terasa jelas, menjaga kesehatan itu memang penting. Tapi sekarang, tidak semua pemeriksaan harus selalu dilakukan dengan datang langsung ke rumah sakit.
Untuk kondisi tertentu, ada pilihan lain yang bisa dijalani dengan lebih mudah, praktis, dan sederhana.
Bukan untuk menggantikan peran rumah sakit sepenuhnya, tapi setidaknya untuk hal-hal seperti pemeriksaan rutin atau cek berkala, ada cara yang tidak terlalu menguras waktu dan tenaga. Dan menurut saya, itu cukup berarti.
Kalau kamu sedang ada di fase harus membagi banyak peran sekaligus, entah itu bekerja, mengurus orang tua, atau anak, mungkin pilihan seperti ini bisa dipertimbangkan.
Kalau memang ingin tetap rutin memantau kondisi kesehatan tanpa harus keluar rumah, kamu bisa mencari layanan home service yang terpercaya, seperti Lab Parahita.
Setidaknya, menjaga kesehatan sekarang tidak selalu harus terasa berat untuk dijalani.



