Beberapa tahun terakhir, pods semakin mudah ditemui. Bentuknya kecil, desainnya modern, tidak menghasilkan asap pekat seperti rokok konvensional, dan sering kali hadir dengan berbagai pilihan rasa. Di kafe, di tempat nongkrong, bahkan di ruang-ruang publik tertentu, perangkat ini terlihat begitu lazim digunakan.
Banyak orang beralih ke pods dengan alasan yang sama: lebih praktis, lebih bersih, dan dianggap lebih aman dibanding rokok biasa. Namun, di balik citra modern dan klaim “lebih ringan”, muncul satu pertanyaan penting: apakah pods benar-benar aman, atau hanya terasa lebih aman?
Artikel ini tidak bermaksud menghakimi pilihan siapa pun. Tujuannya sederhana: menghadirkan informasi yang utuh agar setiap keputusan yang diambil benar-benar didasarkan pada pemahaman, bukan sekadar persepsi.
Apa Itu Pods?
Pods adalah salah satu jenis rokok elektrik (vape) yang menggunakan sistem cartridge atau pod sebagai tempat cairan (e-liquid). Perangkat ini bekerja dengan memanaskan cairan menggunakan baterai sehingga menghasilkan uap yang kemudian dihirup oleh pengguna.
Berbeda dengan rokok konvensional yang membakar tembakau, pods tidak melalui proses pembakaran. Inilah yang menjadi salah satu alasan utama mengapa banyak orang menganggapnya lebih aman. Karena tidak ada pembakaran, maka tidak ada tar yang dihasilkan seperti pada rokok biasa.
E-liquid dalam pods umumnya mengandung beberapa komponen utama:
- Nikotin
- Propilen glikol
- Gliserin nabati
- Perisa (flavoring)
Kadar nikotin dalam pods bervariasi. Beberapa produk bahkan menggunakan nikotin dalam bentuk nikotin salt, yang memungkinkan kadar nikotin tinggi tetap terasa lebih halus di tenggorokan. Hal ini membuat pengguna dapat mengonsumsi nikotin dalam jumlah besar tanpa sensasi “keras” seperti rokok biasa.
Dari sisi desain, pods memang dirancang untuk praktis. Ukurannya kecil, mudah dibawa, dan pengoperasiannya sederhana. Tidak perlu korek api, tidak ada abu, dan aromanya sering kali lebih “ramah” bagi orang sekitar.
Mengapa Banyak Orang Beralih ke Pods?
Ada beberapa alasan umum mengapa pods menjadi populer:
1. Persepsi Lebih Aman
Karena tidak ada pembakaran dan tidak menghasilkan tar, banyak yang percaya bahwa risiko kesehatannya jauh lebih rendah dibanding rokok konvensional.
2. Praktis dan Diskret
Pods tidak meninggalkan bau menyengat seperti rokok biasa. Uapnya cepat menghilang, sehingga pengguna merasa lebih nyaman menggunakannya di berbagai situasi.
3. Variasi Rasa
Berbeda dengan rokok tembakau yang rasanya relatif seragam, pods hadir dengan beragam pilihan rasa: buah, dessert, mint, kopi, dan lain-lain. Hal ini membuat pengalaman penggunaan terasa lebih “ringan” dan bahkan menyenangkan.
4. Transisi dari Rokok Konvensional
Sebagian perokok menggunakan pods sebagai alat bantu untuk mengurangi atau berhenti merokok. Mereka menganggap pods sebagai alternatif yang lebih terkendali.
Alasan-alasan ini cukup rasional. Namun, penting untuk melihat sisi lainnya secara objektif.
Klaim “Lebih Aman”: Apa Artinya?
Memang benar bahwa pods tidak menghasilkan tar seperti rokok konvensional. Tar adalah salah satu zat berbahaya utama yang berkontribusi terhadap penyakit paru-paru dan kanker pada perokok.
Namun, “tidak ada tar” bukan berarti “tidak berisiko”.
Pods tetap mengandung nikotin, yaitu zat adiktif yang memengaruhi sistem saraf pusat. Nikotin dapat meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan memiliki potensi kuat menyebabkan ketergantungan.
Selain itu, meskipun tidak ada pembakaran, proses pemanasan cairan tetap menghasilkan aerosol yang mengandung partikel halus dan bahan kimia tertentu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap zat-zat dalam uap rokok elektrik masih perlu diteliti lebih lanjut karena dampaknya belum sepenuhnya dipahami.
Artinya, klaim “lebih aman” sering kali bersifat relatif. Lebih aman dibanding apa? Dan dalam konteks apa?
Jika dibandingkan dengan rokok konvensional berat yang dikonsumsi dalam jangka panjang, beberapa risiko mungkin berbeda. Namun, jika dibandingkan dengan tidak menggunakan nikotin sama sekali, tentu situasinya berbeda lagi.
Baca juga: Apalikasi Gym Indonesia
Risiko yang Perlu Diketahui
Berikut beberapa aspek risiko yang penting untuk dipahami:
1. Ketergantungan Nikotin
Nikotin adalah zat adiktif. Penggunaan pods dengan kadar nikotin tinggi dapat menyebabkan ketergantungan dengan cepat, terutama pada remaja dan dewasa muda.
Bentuk nikotin salt yang digunakan dalam banyak pods memungkinkan nikotin diserap lebih cepat oleh tubuh. Karena rasanya lebih halus, pengguna mungkin tidak menyadari seberapa banyak nikotin yang telah dikonsumsi.
Ketergantungan nikotin dapat membuat seseorang sulit berhenti, dan dalam beberapa kasus justru memperkuat pola konsumsi.
2. Dampak pada Sistem Kardiovaskular
Nikotin dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Penggunaan jangka panjang berpotensi memberikan dampak pada kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Meskipun tingkat risikonya mungkin berbeda dari rokok konvensional, nikotin tetap memberikan efek fisiologis yang signifikan.
3. Dampak pada Paru-Paru
Aerosol dari pods mengandung partikel halus yang masuk ke paru-paru. Beberapa studi menunjukkan adanya potensi iritasi dan peradangan pada saluran pernapasan.
Karena teknologi ini relatif lebih baru dibanding rokok konvensional, dampak jangka panjangnya masih terus dipelajari. Ketidakpastian inilah yang perlu menjadi pertimbangan.
4. Risiko pada Remaja
Otak manusia masih berkembang hingga usia sekitar 25 tahun. Paparan nikotin pada masa perkembangan ini dapat memengaruhi fungsi kognitif, perhatian, dan kontrol impuls.
Selain itu, penggunaan pods pada remaja dapat menjadi pintu masuk ke penggunaan produk tembakau lainnya.
Faktor Sosial dan Psikologis
Selain faktor kesehatan, ada aspek sosial dan psikologis yang juga berperan.
Pods sering diasosiasikan dengan gaya hidup modern. Desainnya minimalis dan elegan. Dalam lingkungan tertentu, menggunakannya terasa “lebih dapat diterima” dibanding merokok konvensional.
Ada pula faktor penerimaan sosial. Dalam beberapa kelompok, penggunaan pods menjadi bagian dari interaksi sosial. Tekanan lingkungan dan keinginan untuk merasa diterima dapat memengaruhi keputusan seseorang.
Sebagian orang juga menggunakan nikotin sebagai cara untuk mengatasi stres, kecemasan, atau kebiasaan tertentu. Sensasi yang ditimbulkan bisa memberikan efek relaksasi sementara, meskipun dalam jangka panjang ketergantungan justru dapat memperburuk siklus stres.
Memahami konteks ini membantu kita melihat bahwa keputusan menggunakan pods sering kali tidak sesederhana “ingin gaya” atau “tidak peduli kesehatan”. Ada dinamika psikologis yang lebih kompleks di baliknya.
Antara Alternatif dan Ilusi Keamanan
Beberapa orang memang berhasil menggunakan rokok elektrik sebagai bagian dari proses berhenti merokok. Namun, efektivitasnya sebagai alat bantu berhenti merokok masih menjadi perdebatan di berbagai kalangan medis.
Tanpa pendampingan atau strategi yang jelas, ada kemungkinan seseorang hanya berpindah bentuk konsumsi nikotin, bukan benar-benar berhenti.
Di sinilah pentingnya membedakan antara alternatif dan solusi. Pods mungkin menjadi alternatif bagi sebagian orang. Namun, apakah itu solusi jangka panjang yang benar-benar bebas risiko, jawabannya tidak sesederhana itu.
Jadi, Apakah Pods Benar-Benar Aman?
Jawaban paling jujur adalah: tidak sepenuhnya.
Pods mungkin memiliki profil risiko yang berbeda dibanding rokok konvensional, terutama karena tidak melalui proses pembakaran tembakau. Namun, berbeda bukan berarti tanpa risiko.
Nikotin tetap bersifat adiktif. Paparan aerosol tetap memiliki potensi dampak kesehatan. Dan efek jangka panjangnya masih terus diteliti.
Keamanan bukan hanya soal “lebih baik dari yang lain”, tetapi juga tentang konsekuensi terhadap tubuh dalam jangka panjang.
Jika Tetap Memilih Menggunakan Pods, Perhatikan Ini
Pada akhirnya, menggunakan pods adalah pilihan pribadi. Namun jika memang memutuskan untuk menggunakannya, penting untuk memahami bahwa produk ini tetap mengandung nikotin yang bersifat adiktif. Mengetahui kadar nikotin dalam cairan yang digunakan menjadi langkah awal agar konsumsi tidak terjadi tanpa disadari.
Selain itu, membatasi frekuensi penggunaan juga perlu diperhatikan. Karena tidak berasap pekat dan terasa lebih ringan, pods sering kali digunakan lebih sering dibanding rokok biasa. Kesadaran terhadap pola pemakaian membantu mencegah ketergantungan yang semakin kuat dari waktu ke waktu.
Pods mungkin berbeda dari rokok konvensional, tetapi bukan berarti tanpa risiko. Memahami potensi dampaknya—baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang—membantu kita membuat keputusan yang lebih bertanggung jawab. Bukan sekadar mengikuti tren, tetapi benar-benar memahami apa yang masuk ke dalam tubuh kita.



