apa itu pupuk organik cair

Pupuk Organik Cair: Definisi dan Manfaatnya untuk Tanaman

Sederhananya, pupuk organik cair adalah pupuk yang bentuknya cair dan terbuat dari bahan alami. Orang-orang menyingkatnya menjadi POC. 

Pupuk cair organik ini benar-benar bisa jadi solusi pupuk yang murah meriah. Kalau mau, kita bahkan bisa membuatnya tanpa keluar uang sepeser pun. 

Karena itu, yuk pahami lebih dalam apa itu pupuk organik cair, manfaatnya, bahan pembuatnya, serta kekurangan dan kelebihannya!

Apa Itu Pupuk Organik Cair (POC)?

Pupuk organik sendiri merupakan pupuk yang terbuat dari bahan-bahan alami, seperti sisa-sisa tumbuhan dan kotoran hewan. 

Nah, kalau pupuk organik cair adalah pupuk yang dibuat dari bahan alami melalui proses fermentasi dan ekstraksi, sehingga menghasilkan larutan yang mengandung lebih dari satu unsur hara. 

Umumnya, pupuk organik cair atau POC ini mengandung karbon dan beberapa unsur hara seperti N, P, K, Ca, S, Mg, B, Mo, Cu, Fe, dan Mn. 

Bahan Pupuk Organik Cair 

Bahan POC sebenarnya sangat beragam, tergantung pada kebutuhan. Contoh, kotoran hewan dan ikan itu banyak mengandung nitrogen, cocok untuk tanaman yang dipanen daunnya. Sementara kulit telur tinggi akan fosfor dan kalium, sangat bagus untuk proses pembungaan dan pembuahan. 

Tapi intinya, hampir semua bagian tanaman dan sebagian besar kotoran hewan itu bisa menjadi bahan POC.

Selain itu, proses pembuatan POC biasanya juga melibatkan beberapa mikroorganisme. Maka dari itu, POC tak hanya menyediakan unsur hara bagi tanaman, tapi juga bisa jadi bioaktivator maupun starter pupuk. 

Manfaat Pupuk Organik Cair

Apa manfaat pupuk organik cair? Tentunya yang paling utama sebagai pupuk penyedia unsur hara lengkap bagi tanaman. 

Hanya saja, POC cair tidak dimanfaatkan sebagai pupuk dasar karena sifatnya yang mudah tercuci dan terbawa erosi. POC lebih banyak diaplikasikan sebagai pupuk susulan. 

Wait, apa bedanya pupuk dasar dan pupuk susulan?

Pupuk dasar maksudnya adalah pupuk yang dicampur dengan media tanam sebelum masa penanaman. Sedangkan pupuk susulan merupakan pupuk yang diberikan secara rutin saat tanaman dalam proses pertumbuhan. 

Paham, ya? 

3 Jenis Pupuk Organik Cair

Jenis pupuk organik cair ini banyak banget. Kita bisa membedakannya dari berbagai hal. Misal dari bahannya, proses pembuatannya, maupun berdasarkan merk. 

Tapi di sini, saya akan memberikan 3 contoh jenis POC  yang akan menjadi dasar bagi kita untuk memahami jenis-jenis POC yang lainnya. 

  • Pertama, ada POC yang memang asalnya sudah berbentuk cair, contoh urine sapi, kambing, dan kelinci. 
  • Kedua, ada POC air lindi. Yaitu cairan yang keluar atau dihasilkan oleh tumbuhan yang membusuk. 
  • Ketiga, POC yang terbuat dari proses fermentasi dan ekstraksi bahan organik. Maksudnya gimana? Jadi, sisa tanaman ataupun kotoran hewan padat nantinya direndam dengan air selama 1-4 bulan lamanya. Persis seperti kalau kita lagi bikin teh. 

Ketiga jenis POC tersebut tidak bisa langsung kita aplikasikan ke tanaman karena sangat pekat atau konsentrasinya masih tinggi. POC harus kita campur dengan air terlebih dahulu, sebelum kita berikan ke tanaman. 

Kelebihan dan Kekurangan POC

POC itu bagus, tapi juga tetap punya kekurangan. Apa saja? Cek di daftar kelebihan dan kekurangan POC berikut!

Kelebihan POC:

  • Ramah lingkungan karena terbuat dari bahan alami.
  • Mudah terserap oleh akar tanaman karena bentuknya cair.
  • Sekaligus bisa jadi bioaktivator tanah dan starter pupuk.
  • Bahan-bahannya melimpah di alam dan beragam.
  • Kandungan haranya lengkap. 
  • Bisa kita aplikasikan pada akar, daun, batang, dan bunga. 
pupuk organik cair adalah

Kekurangan POC:

  • Mudah tercuci dan terbawa oleh erosi, terutama saat ada hujan.
  • Dalam proses pembuatannya, seringkali menghasilkan gas metana dan mengeluarkan bau busuk.
  • Dibanding pupuk kimia, jumlah kandungan nutrisinya jauh lebih rendah.
  • Masa simpannya sebentar karena tidak tahan lama. Lebih dari satu tahun POC bisa rusak, baik dari segi sifat fisik, kimia, dan biologinya.

Cara Membuat POC

Teknik membuat POC itu sangatlah banyak. Yang paling umum dipraktikkan adalah metode kantong teh. 

Sebelumnya saya sudah sempat membahas soal metode ini. Kali ini saya akan menjelaskan secara lengkap. 

Dengan metode kantong teh, kita nantinya akan merendam bahan organik ke dalam air, kemudian membiarkannya beberapa waktu sampai nutrisi yang ada dalam bahan organik terekstrak keluar. 

Langkah-langkahnya seperti berikut:

  • Siapkan bahan organik berupa sisa-sisa tanaman ke dalam ember besar (jumlahnya setengah bagian ember)
  • Tambahkan air sampai ember penuh. 
  • Masukkan EM4 sesuai dosis dan air gula secukupnya. 
  • Biarkan selama 1-3 bulan. 
  • Setelah POC siap dipanen, campurkan terlebih dahulu dengan air sebelum diberikan ke tanaman. Perbandingannya antara 1:15 atau 1:20 (1 POC, 15 atau 20 air).

Penutup

Sekarang kamu sudah tahu, jika pupuk organik cair adalah pupuk organik dalam bentuk cair. Terbuat dari bahan alami seperti sisa tanaman atau kotoran hewan dan mengandung unsur hara yang lengkap. 

Manfaat POC ini sama dengan pupuk lain pada umumnya, yakni memberikan tambahan unsur hara yang tanaman butuhkan. Kelebihannya, selain sebagai pupuk, POC juga bisa jadi bioaktivator dan starter pupuk. 

Cara membuatnya pun juga mudah. Saya sudah menjelaskan sedikit bagaimana caranya. Untuk metode pembuatan POC lainnya, bisa kamu baca di artikel ini, pupuk Jadam Liquid Fertilizer

Artikel ini cocok untuk teman atau saudaramu? Yuk, bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *